Langgar Protokol Kesehatan, Pacu Jawi di Tanah Datar Dihentikan

Kompas.com - 14/03/2021, 14:26 WIB
Seorang joki berusaha mengendalikan sapi (Jawi) saat mengikuti kegiatan olahraga tradisional Pacu Jawi di Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (17/3/2018). Pacu Jawi merupakan permainan olahraga tradisional yang diadakan usai panen padi dan telah menjadi atraksi wisata untuk menarik wisatawan asing dan wisatawan lokal. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSeorang joki berusaha mengendalikan sapi (Jawi) saat mengikuti kegiatan olahraga tradisional Pacu Jawi di Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (17/3/2018). Pacu Jawi merupakan permainan olahraga tradisional yang diadakan usai panen padi dan telah menjadi atraksi wisata untuk menarik wisatawan asing dan wisatawan lokal.

PADANG, KOMPAS.com- Setelah sempat digelar dua kali, akhirnya acara Pacu Jawi (pacuan sapi) di Tanah Datar, Sumatera Barat dihentikan sementara.

Awalnya, acara itu dilaksanakan 3, 6 dan 13 Maret 2021 di Kecamatan Lima Kaum, Tanah Datar.

Namun karena melanggar protokol kesehatan acara yang berlangsung pada Sabtu (13/3/2021) terpaksa dihentikan.

"Terpaksa kita hentikan, karena pada tanggal 6 Maret itu penonton membeludak dan melanggar protokol kesehatan," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanah Datar, Abdul Hakim yang dihubungi Kompas.com, Minggu (14/3/2021).

Baca juga: Nikmati Kemeriahan Lebaran di Tanah Datar, dari Pacu Jawi hingga Pasar Van der Capellen

Abdul Hakim menjelaskan sebelum rekomendasi dicabut, pihaknya sudah meminta panitia mematuhi protokol kesehatan dengan membuat pembatas jarak, penonton memakai masker.

Namun, permintaan tersebut tidak disanggupi panitia sehingga Disparpora Tanah Datar tidak memberikan rekomendasi penyelenggaraan event tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Padahal masyarakat sangat antusias. Penonton banyak, tapi karena tidak mematuhi protokol kesehatan terpaksa kita hentikan," jelas Abdul Hakim.

Untuk kelanjutan acara itu, kata Abdul Hakim, pihaknya menunggu kesiapan dari panitia.

Baca juga: Oknum Polisi Sumbar yang Tembak Teman Kencan di Pekanbaru Sudah Ditahan

Jika panitia sudah siap dan menjamin penerapan protokol kesehatan, maka Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanah Datar akan kembali mengeluarkan rekomendasi.

Abdul Hakim mengakui acara tersebut sangat menarik wisatawan berkunjung, apalagi setelah satu tahun vakum karena pandemi Covid-19.

"Setelah setahun vakum, disambut antusias, tapi tetap saja harus mematuhi protokol kesehatan," kata Abdul Hakim.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir Angkot di Maumere Mogok Layani Penumpang, Protes Harga BBM Naik tapi Tarif Tetap

Sopir Angkot di Maumere Mogok Layani Penumpang, Protes Harga BBM Naik tapi Tarif Tetap

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 Oktober 2021

Regional
Nol Kematian Covid-19 Selama Dua Pekan, Mengapa Kabupaten Blitar Bertahan di PPKM Level 3?

Nol Kematian Covid-19 Selama Dua Pekan, Mengapa Kabupaten Blitar Bertahan di PPKM Level 3?

Regional
Pemkot Mataram Tak Jadikan Sertifikat Vaksin untuk Syarat Pelayanan Publik, Ini Alasannya

Pemkot Mataram Tak Jadikan Sertifikat Vaksin untuk Syarat Pelayanan Publik, Ini Alasannya

Regional
UPDATE Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Yoris Didampingi 10 Pengacara

UPDATE Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Yoris Didampingi 10 Pengacara

Regional
Kota Banjarmasin Kini Berlaku Aturan PPKM Level 2

Kota Banjarmasin Kini Berlaku Aturan PPKM Level 2

Regional
6 Tahun Jadi Buronan Polisi, Bajing Loncat di Sumsel Tertangkap

6 Tahun Jadi Buronan Polisi, Bajing Loncat di Sumsel Tertangkap

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 Oktober 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 Oktober 2021

Regional
Sampah Plastik di Banyumas Diubah Jadi Genteng dan Paving Block, Diklaim Lebih Murah dan Kuat

Sampah Plastik di Banyumas Diubah Jadi Genteng dan Paving Block, Diklaim Lebih Murah dan Kuat

Regional
3 Hal soal Kepala Dusun Joget TikTok di Atas Meja Kades, Diprotes Warga hingga Dirumahkan Selama Tiga Bulan

3 Hal soal Kepala Dusun Joget TikTok di Atas Meja Kades, Diprotes Warga hingga Dirumahkan Selama Tiga Bulan

Regional
Gibran: Tiap Hari Saya Dapat Komplain Anak Kecil Kok Tidak Boleh Masuk Mal

Gibran: Tiap Hari Saya Dapat Komplain Anak Kecil Kok Tidak Boleh Masuk Mal

Regional
Surabaya Kini Berstatus PPKM Level 1, Eri Cahyadi: Ekonomi Harus Bergerak, Digas Pol

Surabaya Kini Berstatus PPKM Level 1, Eri Cahyadi: Ekonomi Harus Bergerak, Digas Pol

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 Oktober 2021

Regional
Mayat Remaja Laki-laki Ditemukan Mengapung di Laut, Polisi Dalami Penyebab Kematian Korban

Mayat Remaja Laki-laki Ditemukan Mengapung di Laut, Polisi Dalami Penyebab Kematian Korban

Regional
Bupati Kuansing Ditangkap KPK, Pejabat Pemkab Langsung Rapat Internal

Bupati Kuansing Ditangkap KPK, Pejabat Pemkab Langsung Rapat Internal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.