Respons Wali Kota Setelah Luhut Minta Tak Ada Lagi Pembangunan di Palu

Kompas.com - 08/03/2021, 18:33 WIB
Hadianto Rasyid memimpin apel pagi di Kantor Wali Kota Palu, Jumat (5/3/2021). Hadianto Rasyid memimpin apel pagi di Kantor Wali Kota Palu, Jumat (5/3/2021).

PALU, KOMPAS.com- Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang meminta tidak ada lagi pembangunan infrastruktur di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Permintaan itu dilontarkan Luhut karena kondisi tanah di Palu dianggap tidak stabil.

Hadianto mengatakan, Luhut seharusnya bijak dalam memberikan pernyataan untuk menghindari stigma kepada Kota Palu.

"Saya paham ini bentuk perhatian pusat khususnya Pak Menteri agar pemerintah bisa memberikan perlindungan yang baik kepada masyarakatnya. Saya paham dan mengerti dengan hal itu. Tinggal bagaimana menyampaikan hal ini dengan baik. Jangan sampai muncul stigma negatif," kata Hadianto di Kantor Wali Kota Palu, Senin (8/3/2021).

Baca juga: Luhut: Di Palu, Jangan Diberikan Izin Lagi Membangun...

Pembangunan infrastruktur di Kota Palu, dianggap Hadianto, masih bisa diteruskan.

Terlebih, kata Hadianto, ilmu pengetahuan yang ada saat ini memungkinkan manusia untuk hidup berdampingan dengan bencana.

Hanya saja, pembangunan harus mempertimbangkan berbagai hal, khususnya soal kegempaan.

"Bagaimana struktur bangunannya, bagaimana aturannya agar sesuai dengan keadaan Palu," sebut Hadianto.

Baca juga: Sebelum Ramadhan, Izin Penjualan Miras di Palu Akan Dicabut

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan meminta tidak ada lagi pembangunan infrastruktur di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Lantaran, kondisi tanah yang dinyatakan tidak stabil.

"Di Palu, jangan diberikan izin lagi membangun di situ. Dari BMKG sudah mengatakan bahwa tanahnya sangat labil," ujarnya dalam tayangan virtual BNPB Indonesia, Kamis (4/3/2021).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Dinyatakan Hilang,  Bocah 4 Tahun Ditemukan Selamat Setelah Diterjang Banjir Bandang

Sempat Dinyatakan Hilang, Bocah 4 Tahun Ditemukan Selamat Setelah Diterjang Banjir Bandang

Regional
Kenapa Pantang Makan Jengkol, Petai, dan Bawang Putih jika Ingin Tes GeNose? Ini Jawabannya

Kenapa Pantang Makan Jengkol, Petai, dan Bawang Putih jika Ingin Tes GeNose? Ini Jawabannya

Regional
Cerita Pujiati Korban Gempa, Lemas Seketika Saksikan Rumahnya Ambruk di Depan Mata

Cerita Pujiati Korban Gempa, Lemas Seketika Saksikan Rumahnya Ambruk di Depan Mata

Regional
Cerita di Balik Video “Geger Geden Pendukung Pilkades Berujung Baku Hantam di Desa Gadudero'

Cerita di Balik Video “Geger Geden Pendukung Pilkades Berujung Baku Hantam di Desa Gadudero"

Regional
Tragis, Suami Istri di Lumajang Tewas Tertimpa Batu Besar Saat Gempa Malang

Tragis, Suami Istri di Lumajang Tewas Tertimpa Batu Besar Saat Gempa Malang

Regional
Remaja Tewas Terlindas Usai Adang Truk, Sopir Bisa Jadi Tersangka karena Pasal Ini

Remaja Tewas Terlindas Usai Adang Truk, Sopir Bisa Jadi Tersangka karena Pasal Ini

Regional
Ingat, Pantang Makan Petai, Jengkol, dan Bawang Putih jika Ingin Gunakan GeNose

Ingat, Pantang Makan Petai, Jengkol, dan Bawang Putih jika Ingin Gunakan GeNose

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 April 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 April 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 11 April 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 11 April 2021

Regional
Jadwal Imsakiyah Muhammadiyah dan Pemerintah Berbeda, Kemenag Minta Warga Bijak Menyikapi

Jadwal Imsakiyah Muhammadiyah dan Pemerintah Berbeda, Kemenag Minta Warga Bijak Menyikapi

Regional
Redam Bentrokan Massa Pendukung Pilkades, Ibu-ibu Teriak 'Sudah, Pulang, Le..'

Redam Bentrokan Massa Pendukung Pilkades, Ibu-ibu Teriak "Sudah, Pulang, Le.."

Regional
Kronologi Bentrok Antarpendukung di Pilkades Pati, Berawal Merekam Video di TPS

Kronologi Bentrok Antarpendukung di Pilkades Pati, Berawal Merekam Video di TPS

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 11 April 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 11 April 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 April 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 April 2021

Regional
Disebut Mirip Lee Min Ho, Penjual Nasi Kuning Ini Mengaku Dapat “Bully” Usai Viral di Medsos

Disebut Mirip Lee Min Ho, Penjual Nasi Kuning Ini Mengaku Dapat “Bully” Usai Viral di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X