Kronologi Lengkap Pembunuhan Pemilik Toko di Blitar, Pelaku Aniaya Korban demi Uang yang Lebih Banyak

Kompas.com - 05/03/2021, 05:10 WIB
Tersangka Y saat menjalankan adegan reka ulang dalam proses prarekonstruksi, Rabu malam (3/3/2021), di toko milik Bisri Efendi, warga Blitar yang ditemukan tewas di toko miliknya akhir pekan lalu.  KOMPAS.com/Asip HasaniTersangka Y saat menjalankan adegan reka ulang dalam proses prarekonstruksi, Rabu malam (3/3/2021), di toko milik Bisri Efendi, warga Blitar yang ditemukan tewas di toko miliknya akhir pekan lalu.

BLITAR, KOMPAS.com - Polisi menetapkan Y (21) sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan pemilik toko di Blitar, Bisri Efendi (71). Polisi mengungkap alasan pelaku menganiaya korban hingga tewas.

Awalnya, Y membongkar laci kasir di toko milik Bisri dan menguras uang sebesar Rp 1.550.000. Merasa uang didapat kurang banyak, Y memancing Bisri keluar dari kamar.

"Setelah korban (Bisri) keluar, tersangka menganiaya korban menggunakan gagang cangkul hingga tidak korban tidak berdaya. Kemudian tersangka menggeledah kamar korban," ujar Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela saat pemaparan pengungkapan kasus tersebut, Kamis (4/3/2021).

Leo mengatakan, setelah menganiaya Bisri tersangka mencoba mencari uang di kamar korban.

Namun, Y tak menemukan uang tersebut. Ia hanya mendapat uang senilai Rp 205.000 dari dompet korban.

Sehingga, total uang yang digasak pelaku senilai Rp 1.755.000.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Lurah Lebih Dekat dengan Warga: Kalau Mereka Lagi Susah, Kita Bantu...

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Uang dalam jumlah besar yang disimpan korban di lemari di kamarnya masih tersimpan rapi. Jumlahnya puluhan juta rupiah," ujar Leo.

Kronologi lengkap

Leonard membeberkan kronologi kejadian. Awalnya, pelaku masuk ke toko dengan menyamar sebagai pembeli pada Jumat (26/2/2021) pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan rekaman CCTV, Y terlihat berpura-pura belanja di toko. Ia langsung menuju ke bagian belakang toko dan memanjat ke lantai dua.

Y lalu bersembunyi di tempat penampungan air.

"Empat jam bersembunyi, pukul 21.05 WIB tersangka turun setelah toko tutup dan tahu korban sendirian di toko," papar Leo.

Saat Y turun dari persembunyian, Bisri sudah berada di kamar. Namun, pintu kemar sedikit terbuka.

Y beberapa kali menjatuhkan barang dagangan ke lantai agar Bisri keluar dan menutup rapat pintu kamarnya.

Sekitar pukul 21.49 WIB, Y menghampiri meja kasir dan mengambil sejumlah uang di laci.

Setelah menggasak uang, Y berusaha menghilangkan jejak dengan menutup lima kamera CCTV yang berada di dalam toko menggunakan alumunium foil.

Padahal, terdapat 16 kamera CCTV di dalam dan luar toko milik Bisri.

"Aluminium foil itu juga dia ambil dari etalase toko," ujar Leo.

Lalu, Y mematikan sakelar listrik untuk memancing Bisri keluar dari kamar pada Sabtu (27/2/2021) pukul 01.47 WIB.

Baca juga: Kisah Melissa, WN Perancis yang Menikah dengan Pria Asal Lombok, Mengaku Suka Tempe Goreng

"Sampai di sini, niatan jahat menganiaya korban muncul. Ketika korban keluar kamar dengan membawa lampu senter, tersangka menyerang korban menggunakan gagang cangkul yang dia ambil di antara tumpukan barang dagangan toko itu," jelas Leo.

Meski korban telah roboh karena dipukul di bagian kepala, tersangka berulang kali memukul Bisri dengan gagang cangkul.

Berdasarkan pengakuan tersangka, saat itu korban masih hidup. Ia pun mengikat korban menggunakan lakban yang ditemukan di antara barang dagangan.

Y lalu menggeledah kamar untuk mencari uang yang disimpan Bisri. Namun, ia tak dapat menemukan uang itu.

Y akhirnya menggasak uang Rp 205.000 dari dompet korban.

Menurut Leo, tersangka keluar dari toko dengan cara membuka pintu depan menggunakan kunci yang ditemukan di sekitar meja kasir.

Pada pukul 02.37 WIB, Y terekam kamera CCTV berjalan meninggalkan TKP.

"Pengakuan tersangka, korban masih hidup saat tersangka beranjak keluar dari toko. Ini sebenarnya sinkron dengan analisa dokter forensik, bahwa korban diperkirakan meregang nyawa paling cepat sekitar pukul 03.00 WIB atau 30 menit setelah tersangka meninggalkan TKP," ujar Leo.

Setelah melalui penyelidikan selama sekitar lima hari, Y ditangkap di rumahnya yang berjarak kurang dari 200 meter dari toko Bisri.

Baca juga: Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Sempat Mengelabui Polisi, Bakar Baju yang Dipakai Saat Beraksi

Menurut polisi, Y tinggal berdua ibunya. Mereka pindah ke rumah tersebut sekitar lima tahun lalu dari Sumatera.

Polisi menjerat Y dengan Pasal 339 KUHP subsidair Pasal 365 Ayat 2 (1) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sebelumnya, Bisri ditemukan tewas di dalam tokonya di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (27/2/2021) pukul 07.00 WIB.

Saat ditemukan karyawan tokonya, jenazah Bisri dalam posisi telentang di depan pintu kamar dengan kaki terikat lakban dan kepala diikat sarung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berawal Lihat HP, Sopir Taksi Online Ini Rampok Penumpangnya , Korban Diikat lalu Dimasukkan ke Bagasi

Berawal Lihat HP, Sopir Taksi Online Ini Rampok Penumpangnya , Korban Diikat lalu Dimasukkan ke Bagasi

Regional
Peristiwa Berdarah di Desa OKU Sumsel, 5 Warga Tewas Ditusuk Seorang Pria

Peristiwa Berdarah di Desa OKU Sumsel, 5 Warga Tewas Ditusuk Seorang Pria

Regional
10 Hari Nol Kasus, Pasien Covid-19 Kembali Muncul di Salatiga

10 Hari Nol Kasus, Pasien Covid-19 Kembali Muncul di Salatiga

Regional
Bocah 4 Tahun di NTT Tewas Tersetrum, Diduga Petugas Salah Pasang Kabel

Bocah 4 Tahun di NTT Tewas Tersetrum, Diduga Petugas Salah Pasang Kabel

Regional
Istri yang Tewas Disiram Air Keras Pernah 3 Kali Tolak Pinangan Pelaku

Istri yang Tewas Disiram Air Keras Pernah 3 Kali Tolak Pinangan Pelaku

Regional
'ASN yang Belum Divaksin, Tahan Gaji Mereka, Ini Perintah'

"ASN yang Belum Divaksin, Tahan Gaji Mereka, Ini Perintah"

Regional
Usai Bunuh Selingkuhan Istrinya, Pria Ini Serahkan Diri

Usai Bunuh Selingkuhan Istrinya, Pria Ini Serahkan Diri

Regional
Genjot Vaksinasi, Bupati Maluku Tengah Kerahkan Seluruh ASN Turun ke Desa, Kadinas Juga Harus Terjun ke Lapangan

Genjot Vaksinasi, Bupati Maluku Tengah Kerahkan Seluruh ASN Turun ke Desa, Kadinas Juga Harus Terjun ke Lapangan

Regional
Rusak Kotak Suara hingga Pukul Polisi Saat Pilkades, 9 Orang Jadi Tersangka, Cakades Ikut Diperiksa

Rusak Kotak Suara hingga Pukul Polisi Saat Pilkades, 9 Orang Jadi Tersangka, Cakades Ikut Diperiksa

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 27 November 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 27 November 2021

Regional
Banjir Bandang di Garut Terjang 2 Kecamatan

Banjir Bandang di Garut Terjang 2 Kecamatan

Regional
Perjalanan Wisata Berubah Duka, 4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut di Kediri

Perjalanan Wisata Berubah Duka, 4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut di Kediri

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 November 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 November 2021

Regional
Pergerakan Tanah Merusak Jalan Penghubung 2 Kabupaten di Pulau Seram Maluku

Pergerakan Tanah Merusak Jalan Penghubung 2 Kabupaten di Pulau Seram Maluku

Regional
Residivis Jambret Tas Jaksa Kejari Surabaya, Pelaku Baru 3 Bulan Keluar Penjara

Residivis Jambret Tas Jaksa Kejari Surabaya, Pelaku Baru 3 Bulan Keluar Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.