Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Duka Alfian, Pelajar SMK di Klaten, Dua Tangannya Diamputasi Tersetrum Listrik Saat PKL

Kompas.com - 04/03/2021, 07:00 WIB
Labib Zamani,
Khairina

Tim Redaksi

 

KLATEN, KOMPAS.com - Alfian Fahrul Nabila (18), pelajar salah satu SMK di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah harus mengalami nasib tragis.

Kedua tangannya terpaksa harus diamputasi setelah tersetrum aliran listrik saat memasang jaringan WiFi dalam praktik kerja lapangan (PKL).

Peristiwa memilukan itu dialami Alfian, panggilan akrabnya setahun lalu tepatnya pada 9 Maret 2020. Pada waktu kejadian Alfian masih duduk di bangku kelas XI.

Baca juga: Rencana Belajar Tatap Muka, Guru Prioritas Vaksin Tahap Kedua di Gunungkidul

Alfian bersama temannya akan memasang jaringan WiFi di salah satu rumah warga di Desa Pasung, Kecamatan Wedi.

Alfian tidak kuat menahan pipa tiang antena jaringan WiFi yang akan dia pasang karena naik genteng sendiri.

Sedangkan temannya masih berada di bawah. Pipa antena WiFi itu terjatuh dan mengenai kabel listrik.

"Saya mau naik ke genteng naikkan pipa. Pipanya tidak kuat saya pegang terus ambruk ke kabel listrik dan kesetrum. Kan pipa buat tiang antena WiFinya itu," kata Alfian ketika ditemui di rumahnya Dusun Dalem, Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Rabu (3/3/2021).

Alfian sempat tidak sadarkan diri selama semalam. Pagi harinya setelah sadar, Alfian sudah berada di rumah sakit.

Alfian merasa kedua tangannya kaku dan tidak bisa digerakkan.

"Saya tidak sadarkan diri satu malam. Pagi sadar itu tangan sudah tidak bisa digerakkan. Kaku semua," ujar siswa kelas XII jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

Menurut keterangan dokter semua jaringan sel pada tangannya yang luka bakar karena kesetrum mati. Jalan satu-satunya adalah harus diamputasi.

"Itu diberitahu dokter nanti alternatif terakhir kalau tidak bisa diselamatkan harus diamputasi. Karena jaringan ini sudah mati semua tidak bisa berkembang," kata Alfian.

Alfian dirawat di rumah sakit selama 1,5 bulan dan harus menjalani enam kali operasi. Operasi pertama dilakukan untuk pembukaan jaringan.

Kemudian operasi kedua pembersihan tangan kanan yang terbakar. Setelah itu operasi amputasi pada bagian tangan kanan.

Operasi selanjutnya adalah pembersihan pada bagian tangan kiri yang terbakar.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com