Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Dibandingkan Jarum Tato, Saya Lebih Takut Jarum Suntik"

Kompas.com - 03/03/2021, 17:26 WIB
Aji YK Putra,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

PALEMBANG, KOMPAS.com - Sebanyak 253 pedagang di Pasar Cinde Palembang, Sumatera Selatan, mengikuti vaksinasi Covid-19, Rabu (3/3/2021).

Vaksinasi memang menjadi kebutuhan dan kewajiban untuk melawan pandemi virus corona.

Namun, harus diakui bahwa berdamai dengan jarum suntik bukan persoalan yang mudah bagi banyak orang.

Baca juga: Petugas Satpol PP Takut Jarum Suntik Vaksin, Teriak Histeris sampai Diseret

Dari ratusan pedagang yang disuntik, ada satu pria yang cukup nyentrik dan menjadi sorotan. 

Pria itu bernama Erik (27) yang merupakan salah satu pedagang peralatan rumah tangga di Pasar Cinde Palembang.

Erik awalnya sempat takut untuk mengikuti vaksinasi ini.

Namun setelah diberikan penjelasan oleh petugas, ia pun akhirnya mau untuk disuntik vaksin Covid-19.

Baca juga: 200 Pedagang Pasar Cinde Palembang Kini Tak Lagi Takut Disuntik Vaksin

Erik tampak memejamkan matanya saat petugas menyuntikkan vaksin di lengan kirinya.

Sebelum mengikuti vaksinasi, Erik lebih dulu menjalani screening atau pemeriksaan medis dengan mengecek kesehatan serta tensi darah oleh petugas medis.

"Dibandingkan jarum tato, saya lebih takut jarum suntik," kata Erik usai menjalani vaksinasi.

Jadi contoh untuk keluarga

Erik mengatakan, ia awalnya tak berniat untuk mengikuti vaksinasi.

Namun, saat datang ke pasar untuk berjualan, ia mendapatkan kabar bahwa giliran para pedagang yang akan disuntik vaksin.

Setelah paham soal keamanan vaksin, Erik akhirnya memberanikan diri dan ikut mendaftar.

"Ini juga supaya mengedukasi keluarga untuk mau divaksin, biar orangtua saya juga mau divaksin. Sejauh ini aman, cuma ya itu, saya tadi takut jarum suntik," ujar Erik.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kemenag dan Kemenhaj Saudi Cek Layanan 'Fast Track' Haji di Bandara Surabaya dan Solo

Kemenag dan Kemenhaj Saudi Cek Layanan "Fast Track" Haji di Bandara Surabaya dan Solo

Regional
Mensos Serahkan 11 Rumah Tahan Gempa untuk Warga Aceh Timur

Mensos Serahkan 11 Rumah Tahan Gempa untuk Warga Aceh Timur

Regional
Saat Gibran Ditagih Janji oleh Warga Solo...

Saat Gibran Ditagih Janji oleh Warga Solo...

Regional
Bakar Lahan untuk Kebun Sawit, Seorang Pria Ditangkap di Rokan Hilir

Bakar Lahan untuk Kebun Sawit, Seorang Pria Ditangkap di Rokan Hilir

Regional
Respons Gibran soal Program Makan Siang yang Disebut Ancam Defisit APBN

Respons Gibran soal Program Makan Siang yang Disebut Ancam Defisit APBN

Regional
Saat Timbunan Sampah di TPA Magelang Akan Disulap Jadi Bukit yang Indah...

Saat Timbunan Sampah di TPA Magelang Akan Disulap Jadi Bukit yang Indah...

Regional
Viral Santri Dianiaya hingga Tewas di Kabupaten Kediri, Mas Dhito Janji Akan Usut Kasus dan Tegakkan Keadilan

Viral Santri Dianiaya hingga Tewas di Kabupaten Kediri, Mas Dhito Janji Akan Usut Kasus dan Tegakkan Keadilan

Regional
Kisah Ais, Bocah di Papua Meninggal saat Tunggu Hasil Lab Tanpa Dirawat di RS

Kisah Ais, Bocah di Papua Meninggal saat Tunggu Hasil Lab Tanpa Dirawat di RS

Regional
2 Pembunuh Adik Bupati Muratara Dituntut Hukuman Mati

2 Pembunuh Adik Bupati Muratara Dituntut Hukuman Mati

Regional
66 Saksi Diperiksa, Kasus Dugaan Korupsi Eks Rektor UNS Tunggu Audit BPKP

66 Saksi Diperiksa, Kasus Dugaan Korupsi Eks Rektor UNS Tunggu Audit BPKP

Regional
Kesal Aplikator Tak Patuhi SK Kenaikan Tarif, Ratusan Pengemudi Ojol Mogok, Demo di Kantor Gubernur Jateng

Kesal Aplikator Tak Patuhi SK Kenaikan Tarif, Ratusan Pengemudi Ojol Mogok, Demo di Kantor Gubernur Jateng

Regional
Jadi Korban Pelecehan Payudara, Mahasiswi di Semarang Mengurung Diri karena Trauma

Jadi Korban Pelecehan Payudara, Mahasiswi di Semarang Mengurung Diri karena Trauma

Regional
Sudah 6 Bulan Harga Beras di Nunukan Bertahan di Harga Rp 16.000 per Kilogram

Sudah 6 Bulan Harga Beras di Nunukan Bertahan di Harga Rp 16.000 per Kilogram

Regional
Tak Bisa Selamatkan Barang Dagangan dari Banjir, Penjual Sembako di Demak Rugi Rp 100 Juta

Tak Bisa Selamatkan Barang Dagangan dari Banjir, Penjual Sembako di Demak Rugi Rp 100 Juta

Regional
5 Pengedar Ditangkap, 5 Kg Sabu dan 3.250 Pil Happy Five Disita

5 Pengedar Ditangkap, 5 Kg Sabu dan 3.250 Pil Happy Five Disita

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com