Video Viral di Medsos, Oknum Polisi Tembakkan Pistol di Tengah Kerumunan, Ini Penjelasan Kapolres Binjai

Kompas.com - 02/03/2021, 16:09 WIB
Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo didampingi Kasatreskrim Polres Binjai, AKP Yayang Rizki Pratama di Mapolres. Romadhoni menjelaskan oknum polisi yang meletuskan senjata api di tengah kerumunan di Medan adalah oknum personel di Sat Lantas Polres Binjai. Saat ini sedang diproses di Propam Polres Binjai. Dia memastikan oknum tersebut tidak akan lagi memegang senjata api. KOMPAS.COM/DEWANTOROKapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo didampingi Kasatreskrim Polres Binjai, AKP Yayang Rizki Pratama di Mapolres. Romadhoni menjelaskan oknum polisi yang meletuskan senjata api di tengah kerumunan di Medan adalah oknum personel di Sat Lantas Polres Binjai. Saat ini sedang diproses di Propam Polres Binjai. Dia memastikan oknum tersebut tidak akan lagi memegang senjata api.

MEDAN, KOMPAS.com - Video mengenai seorang oknum polisi yang bertugas di Sat Lantas Polres Binjai diperiksa di Propam Polres Binjai setelah aksinya meletuskan senjata apinya di tengah kerumunan orang viral di media sosial.

Oknum polisi tersebut saat itu sedang bermalam minggu bersama teman-temannya di Medan.

Di akun Instagram @medanheadlines.news, dalam video yang diunggah tertulis judul, "Aksi Penembakan di Depan De Tonga Viral, Saat Tim Satgas Covid Razia." 

Baca juga: Tangis Ayah Korban Penembakan Polisi di Kafe Cengkareng: Dia Tulang Punggung Kami

Akun tersebut juga memberi keterangan sebagai berikut. 

"Aksi Penembakan Di Depan De Tonga Viral. Beredar video aksi koboi yang diduga dilakukan oleh aparat di depan De Tonga Hotel dan Kafe viral.

Uniknya hal itu terjadi saat selesainya razia prokes dari satgas covid beberapa hari yang lalu."

Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di link ini.

Baca juga: Jenazah Korban Penembakan Polisi di Kafe Cengkareng Tiba di Medan, Tangis Keluarga Pecah, Ayah Pingsan

Tembakkan senjata api dua kali diiringi makian

Dalam video diduga pelaku yang menembakkan pistol ke udara sebanyak dua kali dan mengucapkan makian.

Dalam video itu juga terjadi dialog dari pramusaji De Tonga. "Uda bayar?" dan dijawab, "Belum."

Kapolres Binjai AKBP Romadhoni Sutardjo ketika ditemui di Mapolres usai konferensi pers pembunuhan pasangan suami istri di kebun tebu di Binjai membenarkan bahwa oknum tersebut adalah personel Sat Lantas Polres Binjai. 

"Yang bersangkutan sudah dilakukan pemeriksaan dan ditahan di sel khusus personel. Kemudian senpi sudah diamankan. (bertugas) di Sat Lantas. (saat itu) Dia dengan teman-temannya sedang bermalam minggu di Medan," katanya, Selasa (2/3/2021) siang. 

Baca juga: Oknum Polisi Tewaskan 3 Orang di Kafe Cengkareng, Kapolda Metro Meminta Maaf

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terus Mangkir Panggilan Polisi, Pembeli Pulau Lantigiang Masuk Daftar Pencarian Orang

Terus Mangkir Panggilan Polisi, Pembeli Pulau Lantigiang Masuk Daftar Pencarian Orang

Regional
Tak Larang Warga Mudik, Gubernur Sumsel: Kalau di Sini Namanya Pulang Kota

Tak Larang Warga Mudik, Gubernur Sumsel: Kalau di Sini Namanya Pulang Kota

Regional
Punya 6 Pengawal Pribadi dari TNI/Polri, Wagub Sumbar Dinilai Berlebihan

Punya 6 Pengawal Pribadi dari TNI/Polri, Wagub Sumbar Dinilai Berlebihan

Regional
UPDATE Kapal Selam KRI Nanggala-402: Kronologi Hilang Kontak hingga Penjelasan Adanya Pergerakan

UPDATE Kapal Selam KRI Nanggala-402: Kronologi Hilang Kontak hingga Penjelasan Adanya Pergerakan

Regional
Diduga karena Jalan Tak Dicor, Warga Tikam Kadus hingga Tewas

Diduga karena Jalan Tak Dicor, Warga Tikam Kadus hingga Tewas

Regional
4 Hari Terombang-ambing di Laut, Ismail Bertahan Hidup Makan Kelapa Hanyut

4 Hari Terombang-ambing di Laut, Ismail Bertahan Hidup Makan Kelapa Hanyut

Regional
Cerita Zola, Gadis Penjelajah Hutan yang Membawa Misi Penting

Cerita Zola, Gadis Penjelajah Hutan yang Membawa Misi Penting

Regional
 Makan Bancakan Saat Hajatan, 37 Orang Sekampung di Pati Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Makan Bancakan Saat Hajatan, 37 Orang Sekampung di Pati Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
Terdeteksi Pergerakan di Bawah Air, Kapuspen: Tak Cukup Data untuk Identifikasi sebagai Kapal Selam

Terdeteksi Pergerakan di Bawah Air, Kapuspen: Tak Cukup Data untuk Identifikasi sebagai Kapal Selam

Regional
Positif Covid-19, Sebagian Warga Desa di Kerinci Isolasi Mandiri di Ladang, Ini Alasannya

Positif Covid-19, Sebagian Warga Desa di Kerinci Isolasi Mandiri di Ladang, Ini Alasannya

Regional
Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hilang Kontak Saat Komandan Berikan Otoritas Penembakan Torpedo

Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hilang Kontak Saat Komandan Berikan Otoritas Penembakan Torpedo

Regional
716 Ponpes Calon Penerima Hibah di Banten Bermasalah, Sebagian Fiktif

716 Ponpes Calon Penerima Hibah di Banten Bermasalah, Sebagian Fiktif

Regional
Cerita 1 Desa di Kerinci Diisolasi karena 32 Orang Positif Covid-19 Usai Pemakaman Tanpa Prokes

Cerita 1 Desa di Kerinci Diisolasi karena 32 Orang Positif Covid-19 Usai Pemakaman Tanpa Prokes

Regional
Meski Ditegur KASN, Wali Kota Padang Kembali Lakukan Mutasi Besar-besaran

Meski Ditegur KASN, Wali Kota Padang Kembali Lakukan Mutasi Besar-besaran

Regional
Anaknya yang Masih SMA Ditembak Mati KKB, Ayah: Mereka Itu Teroris! 

Anaknya yang Masih SMA Ditembak Mati KKB, Ayah: Mereka Itu Teroris! 

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X