Mengenal Bupati Pemalang yang Akan Serahkan Gajinya ke Rakyat, Miliki Perusahaan Otobus, Pernah Bantu Ratusan APD

Kompas.com - 27/02/2021, 05:45 WIB
Bupati dan Wakil Bupati Pemalang Jawa Tengah Mukti Agung Wibowo - Mansur Hidayat. Kompas.com/Ari HimawanBupati dan Wakil Bupati Pemalang Jawa Tengah Mukti Agung Wibowo - Mansur Hidayat.

KOMPAS.com- Pelantikan 17 kepala daerah di Jawa Tengah dilakukan serentak secara daring dan luring, Jumat (26/2/2021).

Salah satu pasangan kepala daerah yang dilantik ialah Bupati dan Wakil Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dan Mansur Hidayat.

Usai pelantikan, Bupati Pemalang mengeluarkan pernyataan tak terduga.

Ia berjanji akan menyerahkan gajinya pada masyarakat, khususnya bagi warga terdampak Covid-19.

"Gaji saya untuk warga Kabupaten Pemalang. Ini sebagai kepedulian saya kepada warga yang terdampak Covid-19," tutur Mukti, Jumat (26/2/2021).

Baca juga: Usai Dilantik Jadi Bupati, Mukti Agung Wibowo: Gaji Saya untuk Warga Pemalang

Pemilik perusahaan otobus, pernah menjabat wakil bupati

Ilustrasi bus yang sedang menempuh perjalanan (Dok. Shutterstock) Ilustrasi bus yang sedang menempuh perjalanan
Melansir Tribun Jateng, Mukti Agung Wibowo merupakan seorang pengusaha di bidang transportasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia memiliki Perusahaan Otobus (PO) Dewi Sri.

Mukti Agung yang kini berusia 44 tahun, menempuh pendidikan S1 di Tri Sakti Jakarta jurusan teknik mesin.

Kemudian, ia menamatkan pendidikan S2 magister ilmu politik di Universitas Diponegoro Semarang .

Mukti Agung pernah menjabat sebagai wakil bupati Pemalang pada tahun 2011 hingga 2016 mendampingi Junaedi.

Selepas masa jabatannya sebagai wakil bupati usai, Mukti Agung Wibowo kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Pemalang.

Baca juga: Tak Hanya Kusmiyati yang Tertipu Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS, Uang Sutikno Rp 102 Juta Juga Raib

 

Ilustrasi petugas medis mengenakan APD.Freepik Ilustrasi petugas medis mengenakan APD.
Bantu ratusan APD 

Sebelum dilantik, Mukti Agung dan wakilnya Mansur Hidayat merogoh uang pribadinya untuk memberikan bantuan ratusan Alat Pelindung Diri (APD).

Bantuan 13 kardus APD itu diserahkan langsung kepada Sekda Kabupaten Pemalang di Pendopo Kabupaten Pemalang pada Rabu (23/2/2021).

"Ini dari kami pribadi, kami berharap adanya ratusan APD bisa membantu penanganan Covid-19," tutur Mukti Agung, seperti dilansir dari Tribun Jateng.

Bantuan mereka akan didistribusikan ke puskesmas-puskesmas di Kabupaten Pemalang.

Baca juga: Terima Transfer Rp 51 Juta dari BCA, Ardi Mengira Komisi Jual Mobil, Kini Ditahan Meski Berusaha Mengembalikan

Covid-19 dan infrastruktur jadi fokus penanganan

Ilustrasi jalan rusakKOMPAS/WISNU WIDIANTORO Ilustrasi jalan rusak
Usai pelantikan, Agung menegaskan, akan berfokus pada penanganan Covid-19.

Kebijakan PPKM mikro akan kembali diperpanjang jika terbukti efektif menekan kasus Covid-19.

Tak hanya soal Covid-19, ia juga akan melakukan perbaikan infrastruktur.

"Selain penanganan Covid-19, infrastruktur juga fokus kami dengan harapan bisa membuat perubahan di Kabupaten Pemalang," katanya.

"Peningkatan infrastruktur termasuk perbaikan jalan menjadi indikator kesejahteraan suatu daerah. Maka dari itu infrastruktur akan kami genjot untuk mewujudkan Pemalang yang lebih baik," tutur Agung Mukti.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Pekalongan, Ari Himawan Sarono | Editor : Dony Aprian), Tribun Jateng



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X