4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Kompas.com - 25/02/2021, 23:41 WIB
Kapolsek Rungkut, Kompol Hendry Ibnu (kiri) didampingi Kanit Reskrim Polsek Rungkut, Iptu Djoko Soesanto mengintrogasi pelaku kejahatan anak-anak yang berhasil diungkap. 

(SURYA.CO.ID/FIRMAN RACHMANUDIN)Kapolsek Rungkut, Kompol Hendry Ibnu (kiri) didampingi Kanit Reskrim Polsek Rungkut, Iptu Djoko Soesanto mengintrogasi pelaku kejahatan anak-anak yang berhasil diungkap.

KOMPAS.com - Empat orang bocah di Surabaya nekat menjadi begal sepeda motor. Dalam beraksi, mereka menghajar korban sampai tersudut, lalu merampas motornya.

Dua dari empat bocah itu berinisial YSP (16) dan MNF (16) sudah ditangkap Unit Reskrim Polsek Rungkut Surabaya.

Ironisnya mereka beralasan hasil aksi kejahatannya itu untuk berpesta minuman keras (miras).

Dalam beraksi, para bocah ini mulanya berputar-putar keliling Surabaya Timur, untuk mencari sasaran pengendara motor.

Baca juga: Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Saat beraksi, mereka mengincar pengendara motor honda beat street L 5266 MR, ketika melintas di Outer East Ring Road (OERR) Gunung Anyar Surabaya, beberapa waktu silam.

Melihat pengendaranya seumuran, empat bocah ini kemudian menghentikan korban di tempat yang sepi sambil mengancam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Empat bocah itu lalu memintanya untuk turun dari atas motornya.

"Korban sempat tidak mau turun. Namun, para pelaku anak-anak ini menghajarnya hingga korban tersudut dan motor yang dikendarainya dikuasai para pelaku dan dibawa kabur," kata Kapolsek Rungkut, Kompol Hendry Ibnu didampingi Kanit Reskrim Polsek Rungkut Surabaya, Iptu Djoko Soesanto, seperti dilansir dari Surya.co.id, Kamis (25/2/2021).

Para pelaku anak-anak lalu bergegas menjual motor hasil kejahatan itu ke seorang penadah di wilayah Semampir Surabaya.

Polisi masih memburu penadah barang curian ini.

 

Polisi pun masih lakukan pengembangan terhadap kemungkinan pelaku lain yang masih dalam kelompok remaja tanggung itu.

Semenyara itu, MNF yang merupakan otak pelaku kejahatan itu masih berusia belasan tahun.

Namun, remaja yang putus sekolah sejak SD itu memenuhi lengan kirinya dengan tato untuk menambah kesangarannya saat beraksi.

"Sebelum beraksi mabuk dulu sama anak-anak. Baru cari sasaran," kata MNF.

Baca juga: Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Sedangkan hasil penjualan moror sebesar Rp 1,5 juta itu di baginya rata Rp 300.000, sisanya untuk pesta miras.

"Dapat uang ada buat bayar kos-kosan. Lalu sisanya buat jajan rokok. Sama pesta miras lagi," ujar dia.

Kedua pelaku anak-anak ini nantinya akan dijerat Pasal 365 KUHP dengan cara dan aturan perundang-undangan yang mengatur tindakan kejahatan anak.

-------------------

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul, "4 Bocah di Surabaya Nekat Begal, Pemilik Dihajar lalu Motor Dibawa Kabur, Hasilnya Buat Pesta Miras" (SURYA.CO.ID/FIRMAN RACHMANUDIN)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X