Kasus Dugaan Penjualan Senjata ke KKB, Kapolda Maluku: Semua Kita Buka Selebar-lebarnya...

Kompas.com - 24/02/2021, 17:58 WIB
Kapolda Maluku, Irjen Pol Andri Refdy saat berbicara dalam acara Duduk Bacarita Kamtibmas yangbdidagas Polda Maluku, Rabu (24/2/2021) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYKapolda Maluku, Irjen Pol Andri Refdy saat berbicara dalam acara Duduk Bacarita Kamtibmas yangbdidagas Polda Maluku, Rabu (24/2/2021)

AMBON, KOMPAS.com - Kapolda Maluku, Irjen Pol Refdi Andry angkat bicara soal penanganan kasus dugaan penjualan senjata dan amunisi yang melibatkan dua oknum polisi.

Refdi mengatakan, kasus tersebut berhasil diungkap dalam waktu yang relatif singkat. Para tersangka bisa diringkus berkat kerja sama Polda Maluku, Polresta Pulau Ambon, dan Polres Bintuni, Papua Barat.

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror juga dilibatkan dalam pengungkapan kasus itu.

 

"Ini kita lakukan dengan gerakan cepat antara Polresta Ambon, Polda Maluku dan Densus dan mudah-mudahan tidak ada yang akan kita tutup-tutupi, semua kita buka selebar-lebarnya, " kata Refdi di kawasan Soabali, Ambon, Rabu (24/2/2021).

Sejauh ini, Polresta Pulau Ambon telah menetapkan enam tersangka dalam kasus tersebut. Sebanyak dua di antaranya merupakan oknum polisi, SHP dan MRA.

Baca juga: Jokowi Berjalan di Pematang Saat Hujan Deras, Bupati Sumba Tengah: Kesannya Sangat Luar Biasa...

Oknum polisi dan empat warga sipil berinisial SM, HM, AT, dan J, itu ditahan di Polresta Pulau Ambon.

Seorang oknum prajurit TNI dari Yonif 733 Masariku juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Detasemen Polisi Militer Kodam XVI Pattimura. 

Prajurit berinisial Praka MS itu ditahan di sel tahanan Denpom XVI Pattimura.

Kemungkinan tersangka baru

Refdi menyebutkan, polisi masih mendalami kasus dugaan jual beli senjata ini. Sehingga, masih terbuka kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus ini.

"Ada enam orang yang telah kita tahan tetapi tidak tertutup kemungkinan dengan hasil pemeriksaan lanjutan akan ada lagi tersangka lain, ada kemungkinan barang bukti lain yang kita temukan itu mungkin saja terjadi," katanya.

 

Penanganan kasus penjualan senjata yang melibatkan dua oknum anggota Polri ini ditangani di Polresta Pulau Ambon.

Kapolresta Pulau Ambon, Kombes Pol Leo Surya Nugaraha Simatupang mengaku masih terus mengembangkan kasus tersebut.

Baca juga: Kronologi Uang Nasabah BRI Raib, Tabungan Rp 13 Juta Tersisa Rp 500.000 Keesokan Harinya

Soal kemungkinan adanya penambahan tersangka baru hal tersebut dapat saja terjadi tergantung pengembangan hasil penyelidikan.

"Kemungkinan itu bisa ia bisa juga tidak tetapi kami masih berproses pemeriksaan saksi dan alat bukti lainnya, jika ada penambahan tersangka lain tentu akan kita proses juga," jelas Leo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X