Kompas.com - 17/02/2021, 20:11 WIB
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggul Arum, Wonokerto, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (6/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DI Yogyakarta mencatat pada periode pengamatan Rabu ini pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Merapi mengalami guguran lava pijar sebanyak dua kali dengan intensitas kecil arah kali Krasak sejauh 400 meter dari puncak. ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKOGunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggul Arum, Wonokerto, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (6/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DI Yogyakarta mencatat pada periode pengamatan Rabu ini pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Merapi mengalami guguran lava pijar sebanyak dua kali dengan intensitas kecil arah kali Krasak sejauh 400 meter dari puncak.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Satu unit Early Warning System (EWS) lahar hujan yang terpasang di Kali Krasak rusak setelah tertimpa pohon.

Sedangkan EWS lahar hujan yang ada di Kali Boyong semuanya dalam kondisi baik.

"EWS yang ada di Boyong semuanya ready," ujar Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono saat dihubungi, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Aliran Lahar Hujan Gunung Merapi Sudah Sampai 6 Km dari Puncak

Joko Lelono menyampaikan di Kali Krasak terdapat satu EWS. Namun, saat ini EWS lahar hujan tersebut dalam keadaan rusak.

"Yang di (Kali) Krasak kemarin ambruk tertimpa pohon," tuturnya.

BPBD Sleman sedang berusaha untuk kembali memasang EWS di Kali Krasak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut guna mengganti satu unit EWS yang rusak.

"Ini baru kita ajukan dulu, karena Covid anggaran kita terbatas, terus tidak ada pengadaan akhirnya karena ini ambruk kita mintakan di biaya tidak terduga (BTT). Kita minta tambahan anggaran Rp 50-an juta," tuturnya.

Menurutnya, lokasi EWS lahar hujan yang ada di Kali Krasak akan dipindahkan.

Baca juga: Volume Kubah Lava Gunung Merapi Mencapai 295.000 Meter Kubik

EWS yang awalnya terpasang di Dusun Kembang, Desa Merdikorejo dipindah ke Watu Purbo. Sebab, di Watu Purbo sekarang menjadi destinasi wisata.

Sehingga dengan adanya EWS bisa menjadi peringatan jika sewaktu-waktu terjadi banjir.

"Dipindahkan sekaligus untuk antisipasi karena itu kan untuk wisata, kalau DAM nya banjir dari atas kita bisa memberikan peringatan sebelumnya," tandasnya.

Joko Lelono mengungkapkan, aliran lahar hujan Gunung Merapi terpantu terjadi di Kali Boyong. Saat ini posisi aliran lahar hujan sampai di Boyong Over Dam (BOD) VII.

"Yang Gendol belum ada aliran dari atas, yang Kali Krasak masih di atas sekitar Tunggularum," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X