Cerita Ibu Muda Hamil 1 Jam di Cianjur, Bidan Desa: Saat Diperiksa Sudah Waktunya Melahirkan

Kompas.com - 14/02/2021, 11:42 WIB
Seorang ibu muda di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melahirkan setelah ia baru sadar hamil satu jam sebelumnya Foto: TribunnewsSeorang ibu muda di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melahirkan setelah ia baru sadar hamil satu jam sebelumnya

CIANJUR, KOMPAS.com – SZ (25) masih tak percaya dengan peristiwa yang dialaminya. Ibu muda itu melahirkan anak keduanya tanpa merasa hamil sebelumnya.

SZ, warga Kampung Gabungan, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Cianjur, merasa perutnya sakit satu jam sebelum persalinan.

Sat itu, ibu muda itu mengira asam lambungnya kumat. Sebab, ia memiliki riwayat penyakit tersebut.

SZ pun melahirkan dengan persalinan normal dibantu oleh bidan.

Bidan desa, Riska Setiani mengatakan, SZ yang mengeluh sakit perut dinyatakan hamil setelah diperiksa.

Baca juga: Begal Lintas Provinsi yang Bunuh Sopir Truk Ditangkap, Pelaku Ditembak karena Melawan

"Kondisinya pun sudah waktunya melahirkan," kata Riska kepada wartawan, Jumat (12/2/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Riska, kasus yang dialami SZ merupakan yang pertama kali terjadi di wilayah itu.

"Namun, secara medis memang ada kasus kehamilan yang tidak disadari," kata Riska.

Pelaksana tugas Dinas Kesehatan Cianjur Irvan Nur Fauzi mengaku menerima kabar tentang ibu muda yang tiba-tiba bersalin di Puskesmas Cidaun.

Dalam kaca mata medis, kasus yang dialami SZ disebut sebagai cryptic pregnancy atau kehamilan samar.

“Mengapa itu bisa terjadi. Penyebabnya dua hal, faktor fisik atau faktok psikis. Bisa salah satu di antaranya atau bisa keduanya,” kata Irvan kepada Kompas.com via telepon seluler, Minggu (14/2/2021).

 

Sakit perut sebelum melahirkan

SZ menjelaskan, awal mula dirinya melahirkan anak kedua tersebut. SZ merasa perutnya kembung saat bersantai di rumah.

“Kemarin itu saya sedang selonjoran di rumah, tiba-tiba seperti ada angin yang masuk ke perut dan sakit. Perut terasa kembung,” kata SZ saat dikonfirmasi, Sabtu (13/2/2021).

SZ mengaku perutnya tiba-tiba membuncit. Kemudian, perut itu kembali ke bentuk semula beberapa menit kemudian.

“Selama ini, perut saya rata, tidak merasakan tanda-tanda kehamilan atau gejala seperti orang hamil pada umumnya,” ujar dia.

Merasa heran dengan kondisi yang dialaminya, SZ berangkat ke puskesmas terdekat untuk memeriksa perutnya. Ia diantar salah satu saudara.

Baca juga: Ibu di Cianjur Melahirkan Setelah Merasakan Hamil 1 Jam, Begini Ceritanya

Setelah diperiksa, SZ dinyatakan sedang hamil dan harus menjalani persalinan. Ia pun semakin heran.

 

Proses persalinan pun dilakukan dengan bantuan bidan. Seorang bayi perempuan dengan berat 2,9 kilogram lahir lewat persalinan normal.

“Belum saya beri nama bayinya,” ucapnya.

Sebelumnya, SZ (25), seorang ibu muda di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, membuat geger setelah melahirkan anak keduanya.

Pasalnya, warga Kampung Gabungan, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Cianjur itu mengaku tidak pernah merasa hamil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X