Jateng di Rumah Saja, Pedagang di Salatiga Diklaim Rela Tutup demi Tekan Kasus Covid-19

Kompas.com - 04/02/2021, 13:59 WIB
Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat melakukan sosialisasi di Pasar Pagi beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/IstWali Kota Salatiga Yuliyanto saat melakukan sosialisasi di Pasar Pagi beberapa waktu lalu.

SALATIGA, KOMPAS.com - Pedagang Pasar Pagi di Kota Salatiga, Jawa Tengah, menyatakan akan mematuhi imbauan Satgas Penanganan Covid-19 untuk tidak berjualan selama dua hari pada 6 dan 7 Februari 2021.

Penutupan selama dua hari tersebut untuk mengikuti program Jateng Di Rumah Saja yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Pagi Salatiga Reny Mulyaningsih mengatakan, pedagang memberi bermacam respons terhadap rencana tersebut.

"Tapi mayoritas bisa memahami. Pedagang lebih mengedepankan tujuan dari pelaksanaan program ini, yakni mengendalikan Covid-19," jelasnya, Kamis (4/2/2021).

Baca juga: Gerakan Jateng di Rumah Saja, Bupati Batang: Rakyat Butuh Makan...

Reny menegaskan, anggota paguyuban akan patuh untuk libur selama dua hari sesuai imbauan pemerintah.

"Pedagang selama ini juga telah patuh melaksanakan protokol kesehatan, tapi kami siap patuh," paparnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Kusumo Aji mengatakan ada 14 pasar yang ditutup selama Jateng Di Rumah Saja.

"Kita telah melakukan sosialisasi kepada pedagang. Nanti toko dan pusat perbelanjaan juga tutup," terangnya.

Baca juga: Pasar di Banyumas Tetap Buka Saat Jateng di Rumah Saja, Epidemiolog: Tidak Konsisten

Aji juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembelian bahan pokok besar-besaran.

"Tapi nanti kami tetap melakukan pengawasan sebelum ada penutupan pasar. Terutama di pasar besar seperti Pasar Pagi, Pasar Blauran, dan Pasar Raya agar tidak ada penimbunan," jelasnya.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengungkapkan penutupan pasae tersebut untuk menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah.

"Harapannya setelah ini penyebaran Covid-19 bisa turun dan kehidupan kembali berjalan normal sesuai protokol kesehatan," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X