Situs Talang Tuwo, Peninggalan Kuno Era Sriwijaya yang Terbengkalai hingga Terancam Hilang

Kompas.com - 01/02/2021, 17:33 WIB
Lokasi makam yang diduga merupakan tempat penemuan prasasti Talang Tuwo peninggalan masa kerajaan Sriwijaya. HANDOUTLokasi makam yang diduga merupakan tempat penemuan prasasti Talang Tuwo peninggalan masa kerajaan Sriwijaya.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Situs Talang Tuwo peninggalan kerajaan Sriwjaya yang terletak di Kelurahan Talang Kelapo, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang Sumatera Selatan terancam hilang akibat terbengkalai.

Ketua Angkutan Muda Pembaharuan Sriwijaya (AMPS) Benny Mulyadi mengatakan, terancam hilangnya situs Talang Tuwo akibat lokasi itu sampai saat ini tak ditetapkan oleh pemerintah setempat sebagai Cagar Budaya.

Sehingga, di sekitar lokasi situs saat ini sudah banyak berdiri  perumahan dan tanah perbukitanterus dikeruk untuk menimbun alur sungai.

"Tempat itu juga sudah berubah dan banyak ditanami pohon sawit," kata Benny, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Warga Temukan 5 Benda Megalit di Kebun Kopi, Diduga dari Era Sriwijaya

Benny menjelaskan, prasasti Talang Tuwo ditemukan pada tahun  pada 17 November 1920 oleh Louis Constant Westenenk. Temuan prasasti tersebut saat ini sudah disimpan di museum nasional.

Dalam prasasti itu ditulis dengan aksara Palawa dan berbahasa melayu kuno dan tercantum jika di lokasi itu ada beberapa tanaman seperti pohon kelapa, pinang, aren, sagu, yang dapat dimakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di sini juga dahulu dibangun bendungan dan kolam. Sehingga ini menujukkan jika sejak zaman Sriwijaya di abad ke 7, Palembang sudah memiliki sebuah tempat yang asri yang dan pemimpinnya sangat peduli pada lingkungan,"ujarnya.

Baca juga: Mendulang Emas Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di Desa Pelimbangan (1)

Diungkapkan Benny, lokasi titik diduga tempat penemuan prasasti Talang Tuwo ada dua makam milik Hyang Talang Tuwo dan Dewa Bernua Kedua. Di batu nisan itu tertulis tahun makam yakni pada tahun saka 606 (684 masehi).

"Kemungkinan makam ini bisa dibilang baru karena dibalut dengan keramik berwarna hijau. Makam ini juga sering dikunjungi peziarah, bahkan ada yang datang dari Bengkulu,”jelasnya.

Dengan adanya temuan itu, ia berharap agar pemerintah bergerak agar lokasi penemuan situs tak hilang akibat pembangunan perumahan.

“Sudah saatnya situs penemuan prasasti Talang Tuo dikaji agar bisa terlindungi dengan status kawasan cagar budaya,” harapnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.