4 Orang Selundupkan Sabu dalam Sepatu, Ditangkap di Bandara Kualanamu

Kompas.com - 27/01/2021, 17:10 WIB
Empat orang tersangka menunjukkan sepatu yang digunakannya untuk menyembunyikan 2 kg sabu saat akan terbang ke Solo. Mereka ditangkap di Bandara Internasional Kualanamu pada Jumat (22/1/2021) sore. KOMPAS.com/DEWANTOROEmpat orang tersangka menunjukkan sepatu yang digunakannya untuk menyembunyikan 2 kg sabu saat akan terbang ke Solo. Mereka ditangkap di Bandara Internasional Kualanamu pada Jumat (22/1/2021) sore.

MEDAN, KOMPAS.com - Empat warga Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Provinsi Aceh diringkus di Bandara Internasional Kualanamu pada Jumat (22/1/2021) sore.

Keempatnya ditangkap saat akan terbang ke Solo dengan membawa 2 kg sabu di dalam sepatu yang dikenakannya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut), Brigjen Pol Atrial saat konferensi pers di aula Bea dan Cukai Bandara Kualanamu pada Rabu siang mengatakan, keempat tersangka berinisial MW (23), IRW (25), KR (30), dan ZL (23).

Dijelaskannya, keempatnya hendak terbang ke Solo menggunakan pesawat Citilink.

"Pengungkapan tersebut berawal dari informasi dari masyarakat ke BNNP bahwa ada 4 orang transporter atau kurir akan membawa narkotika dari Bandara Kualanamu ke Solo kemudian transit Jakarta pada tanggal 22 Januari," katanya.

Baca juga: Jadi Kurir Sabu, Perempuan Muda Ini Menangis Divonis Seumur Hidup

8 bungkus sabu dalam sepatu

Berdasarkan informasi tersebut pihaknya berkoordinasi dengan Bea dan Cukai Kualanamu untuk melihat manifes dari daftar penumpang tersebut.

Begitu juga dengan pihak Avsec Bandara Kualanamu terkait dengan keamanan di bandara.

"Kita cek ternyata data yang 4 ini akan berangkat dengan pesawat Citilink jam 20.00 WIB," katanya.

Selanjutnya, saat keempatnya hendak memasuki ruang X-Ray di Bandara Kualanamo, BNNP langsung menggeledah para tersangka dan menemukan sebanyak 8 bungkus narkotika jenis sabu dengan total sekitar 2 kg.

"Mereka ini dapat perintah dari pria berinisial CM. Sedang dalam penyelidikan," katanya.

Baca juga: Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X