Satgas Tipikor Selidiki 4 Kasus Dugaan Korupsi, 10 Pejabat Pemkot Tegal Diperiksa

Kompas.com - 25/01/2021, 18:19 WIB
Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal melakukan inspeksi mendadak  Alun-alun Kota Tegal usai direvitalisasi, Rabu 6 Januari 2021 KOMPAS.com/Tresno SetiadiAnggota Komisi III DPRD Kota Tegal melakukan inspeksi mendadak Alun-alun Kota Tegal usai direvitalisasi, Rabu 6 Januari 2021

TEGAL, KOMPAS.com - Satuan Tugas Tindak Pidana Korupsi (Satgas Tipikor) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal menyelidiki empat kasus laporan dugaan tindak pidana korupsi di Kota Tegal.

Sedikitnya 10 pejabat di lingkungan Pemkot Tegal telah diperiksa.

Koordinator Satgas Tipikor Kejari Tegal Agung didampingi Ketua Tim 2 Hari Sutanto, mengungkapkan, keempat kasus yang dilaporkan masyarakat tersebut terkait proyek Alun-alun dan Taman Pancasila, GOR Tegal Selatan, dan bantuan penanganan Covid-19.

"Sudah ada 4 laporan dugaan tipikor. Pak Kajari ingin agar segera teratasi semua. Laporan masyarakat yang masuk yakni terkait proyek 2019-2020 hingga dana penanganan Covid-19 yang diduga diselewengkan," kata Agung, ditemui di Kantor Kejari Tegal, Senin (25/1/2021).

Baca juga: Adik Bupati Minahasa Utara Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pemecah Ombak

Agung mengatakan, Satgas Tipikor yang baru saja dibentuk Kepala Kejari Tegal Jasri Umar, diharapkan bisa lebih fokus dalam menuntaskan kasus dugaan tipikor.

"Pembentukan satgas untuk mempercepat menindaklanjuti laporan masyarakat biar cepat terakomodir dan bisa ditangani," kata Agung yang juga Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus.

Ketua Tim 2 Satgas Tipikor Kejari Tegal Hari Sutanto menambahkan, sedikitnya 10 orang pejabat dari Satuan Kerja atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Tegal telah dipanggil untuk dimintai keterangan. "Sudah sekitar 10-an orang dipanggil. Statusnya terperiksa," kata Hari.

Hari yang juga Kepala Seksi Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara mengatakan, kasus tersebut masih terus diselidiki untuk mencari indikasi perbuatan melawan hukum atau dugaan tindak pidana korupsinya.

"Statusnya masih terperiksa. Apakah akan ditindaklanjuti ke tingkat penyidikan itu harus melalui tahap gelar perkara dan harus menemukan dugaan perbuatan melawan hukumnya," kata dia.

Baca juga: Satu Lagi Warga Italia Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Lahan Rp 3 Triliun di Labuan Bajo

Ketika sudah ditemukan indikasi perbuatan melawan hukum, maka statusnya bisa segera dinaikkan ke tingkat penyidikan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X