Bermodal Foto Artis Korea di Google, Pria Ini Menipu dan Ancam Sebar Foto Bugil Korban

Kompas.com - 23/01/2021, 18:22 WIB
Tersangka AN (19) saat dihadirkan dalam gelar perkara di Polres Banyuasin lantaran menipu para teman wanitanya di media sosial untuk meminta foto bugil serta memeras korban dengan meminta imbalan sejumlah uang. Dari hasil penyelidikan, pelaku mengaku telah menipu sebanyak delapan orang wanita di medsos. HANDOUTTersangka AN (19) saat dihadirkan dalam gelar perkara di Polres Banyuasin lantaran menipu para teman wanitanya di media sosial untuk meminta foto bugil serta memeras korban dengan meminta imbalan sejumlah uang. Dari hasil penyelidikan, pelaku mengaku telah menipu sebanyak delapan orang wanita di medsos.

BANYUASIN, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial AN (19) melakukan penipuan dengan modus penyamaran di media sosial.

AN menggunakan foto wajah artis Korea di akun media sosialnya.

Hal itu dilakukan untuk menarik minat perempuan yang dikenalnya di media sosial.

Baca juga: 5 Terduga Teroris Berencana Melakukan Aksi di Aceh

Seorang wanita berinisial M (20) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, akhirnya melaporkan AN ke polisi, lantaran menjadi korban pelecehan seksual dan pemerasan. 

Saat ini, AN telah ditangkap dan mendekam di sel tahanan Polres Banyuasin.

Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi mengatakan, kejadian itu bermula saat pelaku AN membuat akun Facebook dan WhatsApp fiktif bernama Arya Pranata.

Baca juga: Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Aceh

Korban M kemudian tergiur untuk berkenalan setelah melihat foto wajah artis Korea di akun yang dibuat AN tersebut.

Setelah berkenalan, AN merayu M hingga akhirnya korban tertipu dan mengirimkan foto dirinya tanpa menggunakan busana.

"Setelah mengirim foto, pelaku ini mengajak korban untuk bertemu dan berhubungan intim. Namun korban menolak," kata Imam melalui pesan singkat, Sabtu (23/1/2021).

Baca juga: Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, 5 ABK Hilang

Namun, karena korban menolak, pelaku mengancam akan menyebarkan foto bugil M ke medsos.

M yang ketakutan lalu dimanfaatkan oleh AN untuk memeras korban dengan meminta uang tebusan sebesar Rp 2 juta.

"Korban sempat dua kali transfer ke rekening pelaku. Pertama Rp 100.000, kemudian Rp 500.000. Karena tidak tahan lagi, M ini akhirnya membuat laporan ke polisi dan pelaku kita tangkap," ujar Imam.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X