Pelihara 15 Ekor Kasturi Tanpa Izin, Pemuda Asal Mempawah Kalbar Ditangkap Polisi

Kompas.com - 20/01/2021, 13:53 WIB
Seorang pemuda berinial LK asal Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, ditangkap polisi. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar Kombes Pol Juda Nusa Putra mengatakan, penangkapan tersebut terkait kepemilikan 15 ekor burung kasturi yang dipelihara LK alias A di rumahnya. dok Polda KalbarSeorang pemuda berinial LK asal Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, ditangkap polisi. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar Kombes Pol Juda Nusa Putra mengatakan, penangkapan tersebut terkait kepemilikan 15 ekor burung kasturi yang dipelihara LK alias A di rumahnya.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Seorang pemuda berinial LK alias A asal Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, harus berurusan dengan pihak polisi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar Kombes Pol Juda Nusa Putra mengatakan, LK ditangkap atas kepemilikan 15 ekor burung kasturi yang dipelihara di rumahnya.

"Seorang pria berinisial LK alias A diketahui memiliki dan memelihara 15 ekor burung kasturi, satwa berkategori dilindungi tanpa izin," Juda melalui keterangan tertulisnya, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Pemuda Ini Pelihara Ribuan Laba-laba Mematikan, Tersengat Berkali-kali hingga Dilarikan ke IGD

LK ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan, Senin (18/1/2021).

Menurut Juda, pengungkapan diawali dari adanya informasi dari masyarakat bahwa di daerah Kecamatan Mempawah Hilir ada warga yang memelihara burung kasturi.

"Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas dari Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kalbar melakukan penyelidikan dan mendatangi rumah terduga pelaku," ujar Juda.

Dari pemeriksaan, LK mengaku mendapati burung kasturi kepala hitam tersebut pada lima tahun lalu yang ia beli berjumlah dua ekor dan selanjutnya oleh pelaku dipelihara dan dikembangbiakan hingga sekarang menjadi 15 ekor.

“Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik, sedangkan untuk barang bukti di titipkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alamat Provinsi Kalbar," ungkap Juda.

Baca juga: Viral Video Siswa SMA di Semarang Pelihara Induk Kucing dan 4 Anaknya di Kelas

Atas perbuatannya, LK terancam Pasal 40 Ayat (2) juncto Pasal 21 Ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 100 juta rupiah," tutup Juda.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Terpilih Ponorogo Dilantik Tepat Ulang Tahunnya yang ke-50

Bupati Terpilih Ponorogo Dilantik Tepat Ulang Tahunnya yang ke-50

Regional
Detik-detik Mujiburahman Terseret Banjir Bersama Mobil, Korban Parkir di Tengah Sungai Kering

Detik-detik Mujiburahman Terseret Banjir Bersama Mobil, Korban Parkir di Tengah Sungai Kering

Regional
Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

Regional
Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Regional
Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Regional
Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Regional
Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Regional
Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Regional
Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Regional
Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Regional
Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Regional
Eri Cahyadi Tak Mau Tinggal di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Ini Alasannya

Eri Cahyadi Tak Mau Tinggal di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Ini Alasannya

Regional
Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Imigrasi Entikong Menggantung, Polisi: Masih Mencari Bukti

Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Imigrasi Entikong Menggantung, Polisi: Masih Mencari Bukti

Regional
Lewat Festival Mtu Mya, Pemkab Halmahera Tengah Kembangkan Destinasi Wisata Baru

Lewat Festival Mtu Mya, Pemkab Halmahera Tengah Kembangkan Destinasi Wisata Baru

Regional
Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.500 Meter ke Barat Daya

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.500 Meter ke Barat Daya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X