Kompas.com - 20/01/2021, 08:51 WIB
Anggota DPR Dedi Mulyadi handoutAnggota DPR Dedi Mulyadi

KOMPAS.com - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi akan menyumbangkan gaji dua bulan, Februari dan Maret untuk korban bencana banjir di sejumlah daerah di Indonesia. Gaji dua bulan itu untuk penanganan bencana alam di Indonesia.

"Saya akan sumbangkan gaji dan juga tunjangan dua bulan untuk penanganan bencana di Indonesia," kata Dedi kepada Kompas.com, Rabu (20/1/2021).

Dedi mengatakan pemberian sumbangan gaji dirinya sebagai anggota DPR itu sebagai bentuk keprihatinan terhadap bencana alam yang terjadi di Indonesia.

"Ini tentu di dalamnya ada faktor kelalaian manusia sehingga bencana ini menimbulkan kerugian, terutama untuk masyarakat kecil," kata anggota DPR dari Fraksi Golkar itu.

Baca juga: Kakek Renta di Bandung Digugat Anaknya Rp 3 Miliar, Dedi Mulyadi Siap Bela

Menurut Dedi, gaji dan tunjangannya selama dua bulan ini bagi dirinya mungkin biasa saja. Tapi bagi mereka yang sangat membutuhkan, bantuan tersebut tentu sangat bermakna.

"Saya berpikir gaji dan tunjangan Februari-Maret bagi saya mungkin maknanya biasa saja, tapi bagi mereka sangat besar maknanya terhadap apa yang dibutuhkan," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bencana alam banjir dan longsor terjadi di sejumlah daerah. Di Sumedang, Jawa Barat, longsor menerjang perumahan di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, yang mengakibatkan 40 orang tewas tertimbun.

Sementara di Kabupaten Bogor, banjir bandang menerjang kawasan Gunung Mas, Puncak, yang mengakibatkan sejumlah rumah hancur. Belum ada laporan korban jiwa dalam bencana itu.

Kemudian bencana gempa juga mengguncang Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. Sekitar 90 warga tewas tertimpa reruntuhan bangunan.

Sementara di Kalimantan Selatan, banjir menerjang banyak kawasan dengan ketinggian 1 meter lebih.

Baca juga: Ketika Dedi Mulyadi Dua Kali Marah-marah ke Keluarga Pengemis

Untuk banjir di Kalimantan, Dedi yang juga wakil ketua Komisi IV menengarai bencana itu salah satunya akibat penambangan di kawasan hutan. Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi penambangan di hutan Kalimantan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X