Kompas.com - 19/01/2021, 15:07 WIB
Dedi Mulyadi saat memarahi keluarga pengemis untuk kedua kalinya, Senin (18/1/2021). handoutDedi Mulyadi saat memarahi keluarga pengemis untuk kedua kalinya, Senin (18/1/2021).

KOMPAS.com - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi memarahi keluarga pengemis di Purwakarta karena tega memanfaatkan ayah mereka yang mengalami cacat sejak lahir untuk dibawa mengemis.

Dedi marah karena sebelumnya mereka sudah dibantu baik dengan uang maupun pekerjaan kepada anggota keluarga mereka yang masih mudah, namun mereka masih mengemis.

Selain itu, kemarahan Dedi juga setelah melihat anaknya yang masih duduk di bangku SMK sering bangun pukul 08.00 WIB. Padahal dia masih muda dan seharusnya bisa membantu orangtua.

Kemarahan Dedi kepada keluarga pengemis itu diunggah ke YouTube kanal Kang Dedi Mulyadi dan viral. Pada video pertama, Dedi yang sedang naik sepeda bertemu dengan seorang bapak yang duduk di kursi roda dan didorong oleh seorang perempuan. Bapak itu memegang sebuah ember plastik bekas cat dengan ditempeli tulisan "Bantuan untuk pengobatan stroke".

Ketika bertemu dengan mereka, Dedi pun marah. Sebab, sebelumnya mereka sudah diberi bantuan mulai uang, beras dan kebutuhan lainnya. Bahkan, Dedi mengaku anak perempuan yang mendorong pria itu ditawari pekerjaan dengan gaji Rp 2 juta per bulan.

Baca juga: Kebun dan Tambang Ilegal 17 Juta Hektar, Dedi Mulyadi: Negara Rugi Dua Kali

Namun mereka kembali mengemis dengan modus mencari bantuan untuk pengobatan stroke.

Dedi mengatakan, bapak yang duduk di kursi roda itu dulu pernah ditanganinya. Dedi pernah mengunjungi rumah mereka pada September 2020 lalu. Menurutnya, bapak itu bukan mengidap stroke, melainkan mengalami kekurangan fisik bawaan sejak lahir.

"Bapak ini saya dulu pernah tangani. Disuruh kerja tak mau. Anaknya ditawari kerja dengan gaji setiap blan, tidak datang. Tapi masih minta-minta," kata Dedi.

"Saya udah ke rumahnya, bukan stroke, dia sehat. Cuma mengalami kekurangan fisik bawaan sejak lahir," lanjut Dedi.

Dedi curiga bahwa mereka itu menjadikan mengemis sebagai profesi. Perempuan yang mendorong bapak itu adalah menantunya. Ia memanfaatkan kekurangan fisik bapak itu demi meminta belas kasihan orang-orang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X