Kompas.com - 19/01/2021, 17:16 WIB
Ilustrasi bayi KOMPAS.com/NURWAHIDAHIlustrasi bayi

KOMPAS.com - Seorang mahasiswi di Magelang melahirkan bayi saat menjalani magang sebagai perawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof dr Soerojo.

Namun mahasiswi berinisial RH (26) itu justru membunuh bayi yang baru dilahirkannya.

Mirisnya, pembunuhan dilakukan dengan cara yang sadis di asrama rumah sakit jiwa.

Baca juga: Mahasiswi di Magelang Sumpal Mulut Bayi dengan Kapur Toilet hingga Tewas

Mengaku punya kista

Ilustrasi perempuan hamil.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi perempuan hamil.
RH selama ini menutupi kehamilannya dengan mengaku memiliki kista di rahimnya.

"Dia bilang ke teman seasrama, kalau dalam rahimnya ada kista sehingga perut nampak besar seperti orang hamil," kata Plt Kapolres Magelang Kota, AKBP R Fidelis Purna Timoranto saat gelar perkara di Mapolres Magelang Kota, Selasa (19/1/2021).

Seusai melahirkan pun RH masih berbohong kepada temannya bahwa kista di perutnya telah keluar hingga membuatnya pendarahan.

Sampai saat ditangani dokter, akhirnya diketahui bahwa RH bukan mengeluarkan kista, melainkan melahirkan bayi.

"Dokter bertanya kepada tersangka, akhirnya tersangka mengakui kalau habis melahirkan," ujar dia.

Baca juga: Mahasiswi Penyumpal Mulut Bayi dengan Kapur Toilet Terancam 15 Tahun Penjara

 

Ilustrasi kamar mandi.SHUTTERSTOCK/PROTASOV AN Ilustrasi kamar mandi.
Bunuh bayi di kamar mandi

Perempuan asal Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu itu ternyata melahirkan seorang diri di kamar mandi asrama putri di kompleks RSJ Prof dr Soerojo, Magelang, 11 Januari 2021 sekitar pukul 12.30 WIB.

Usai melahirkan, RH mencekik dan menyumpal mulut anaknya dengan kapur toilet hingga tewas.

"Tersangka seorang diri saat melahirkan dan melancarkan aksi sadisnya itu," katanya.

Saat dokter mengetahui bahwa RH melahirkan, para saksi lalu datang ke tempat kejadian dan melihat bayi telah dimasukkan dalam kresek di dalam koper.

"Selanjutnya, dokter, perawat dan saksi ke tempat kejadian perkara, dan menemukan jasad bayi di dalam koper," jelas Fidel.

Baca juga: Fakta Kristen Gray Ajak Turis Ramai-ramai Tinggal di Bali, Terdeteksi di Karangasem hingga Diperiksa Imigrasi

Ingin kuburkan sendiri

Ilustrasi makam.Shutterstock Ilustrasi makam.
Rencananya, pelaku ingin menguburkan sendiri jasad bayi tersebut di belakang asramanya.

Namun dia justru merasa lemas hingga harus dibawa ke UGD RSJ dan aksinya diketahui.

Kini RH masih dalam perawatan medis dan belum dapat dimintai keterangan.

Selain itu, teman pria yang diduga menghamili RH juga telah dipanggil polisi.

"Teman pria tersangka sudah kita panggil. Posisi yang bersangkutan di Indramayu," kata Fidel.

Baca juga: Detik-detik Roland Terbawa Longsor, Sang Istri Histeris dan Berusaha Menggapai

Ilustrasi penjaraKompas.com Ilustrasi penjara

Terancam 15 tahun penjara

Akibat perbuatannya, kini RH ditangkap oleh polisi.

RH diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 3 miliar.

Ia dijerat Pasal 80 ayat (3), ayat (4) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Selain itu, pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu juga dijerat pasal 341 KUHP dan pasal 76 C UU nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun dan atau denda Rp 100 juta.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Magelang, Ika Fitriana | Editor : Dony Aprian, Teuku Muhammad Valdy Arief)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X