BPBD Tetapkan Siaga Darurat Bencana Tanah Bergerak di Kaki Gunung Baros Sukabumi

Kompas.com - 19/01/2021, 14:52 WIB
Sejumlah pengungsi bencana tanah bergerak menaiki mobil BPBD di Dusun Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, yang berada di kaki Gunung Baros Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (17/1/2021). KOMPAS.com/BUDIYANTOSejumlah pengungsi bencana tanah bergerak menaiki mobil BPBD di Dusun Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, yang berada di kaki Gunung Baros Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (17/1/2021).

SUKABUMI, KOMPAS.com -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tetapkan siaga darurat tanah bergerak di Dusun Suradita, Desa Ciengang, Sukabumi, Jawa Barat.

Sebelumnya dusun di atas ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut ( m dpl) dilanda bencana tanah bergerak sejak Rabu (23/1/2020).

Akibat bencana geologi itu sebanyak 40 unit bangunan mengalami retak-retak pada dinding dan lantai. Meliputi rumah, masjid, dan sekolah.

Baca juga: Dampak Tanah Bergerak di Kaki Gunung Baros Sukabumi, Ratusan Warga Diungsikan

Penetapan status siaga darurat tanah bergerak ini berlaku sejak Jumat (15/1/2021) hingga Kamis (22/1/2021).

"Penetapan status ini karena ada ketakutan dan kekhawatiran warga setempat sehingga ada arus pengungsian," jelas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman kepada Kompas.com di Dusun Suradita, Senin (18/1/2021).

Menurut dia dalam status siaga darurat tanah bergerak di Suradita ini BPBD hanya mengelola pengungsian dan logistik. Karena bencana tanah bergerak ini bukan hanya di Kecamatan Gegerbitung saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di Suradita ini memprioritaskan pengungsian dan kesiapsiagaan serta mitigasinya," ujar Eka.

Baca juga: Bencana Tanah Bergerak di Kaki Gunung Baros Sukabumi, 40 Rumah Rusak

Untuk pengungsian, BPBD menyiapkan angkutan bagi pengungsi dan tempat pengungsian. Lokasi pengungsian di SDN 1 Ciengang dan SMP Negeri 2 Gegerbitung.

Tempat pengungsian yang disediakan ada 8 ruang, masing-masing 4 ruang di SD dan 4 ruang di SMP. Setiap ruang hanya dapat dihuni 6 kepala keluarga (KK).

"Tempat pengungsian tetap mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19," kata Eka.

"Tempat pengungsian ini diprioritaskan bagi warga terdampak," sambung dia.

Baca juga: Dua Kali Kena Bencana Tanah Bergerak, SD di Kaki Gunung Baros Sukabumi Akan Direlokasi

 

Upaya penanggulangan

Kepala Seksi Pencegahan Nanang Sudarajat menuturkan untuk mitigasi BPBD sudah menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai upaya penanggulangan bencana tanah bergerak.

"Seperti menutup rekahan-rekahan pada tanah, dan memperbaiki aliran air atau drainase," tutur dia.

Sedangkan kesiapsiagaan, BPBD juga akan memasang sejumlah rambu-rambu seperti jalur evakuasi, titik kumpul hingga imbauan-imbauan. Rambu-rambu tersebut akan dipasang di lokasi bencana.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.