Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Kompas.com - 16/01/2021, 07:08 WIB
Warga mengamati Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang rusak akibat gempa bumi, di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). Petugas BPBD SUlawesi Barat masih mendata jumlah kerusakan dan korban akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 tersebut. ANTARA FOTO/AKBAR TADOWarga mengamati Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang rusak akibat gempa bumi, di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). Petugas BPBD SUlawesi Barat masih mendata jumlah kerusakan dan korban akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 tersebut.

MAMUJU, KOMPAS.com - Bantuan dari TNI segera mengalir ke Provinsi Sulawesi Barat.

Masyarakat korban gempa di Mamuju yang kini berada di pengungsian diharapkan dapat sabar dan tabah menanti.

Komandan Kodim 1418 Kabupaten Mamuju Kolonel TNI Tri Aji Sartono mengatakan, aparat TNI dan Polri bersama pemerintah telah melakukan koordinasi.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

TNI bersama pihak lainnya menjalankan tugas menangani dampak dan korban yang ditimbulkan pasca gempa magnitudo 6,2 di Mamuju.

"Bantuan dari TNI saat ini dalam perjalanan menuju ke Mamuju. Bantuan itu berupa personel TNI, truk 10 buah, dapur lapangan, alat berat berupa ekskavator, damp truk, serta tenda serba guna lainnya," kata Aji seperti dikutip dari Antara, Jumat (15/1/2021).

Baca juga: UPDATE: Hingga Sabtu Dini Hari, 189 Orang Dirawat Akibat Gempa Mamuju, 637 Orang Luka Ringan di Majene

Aji berharap, seluruh masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak jelas dan yang tidak bertanggung jawab.

Ia juga berharap, seluruh relawan yang akan membantu dalam penanganan gempa bumi di Mamuju agar berkoordinasi dengan baik melaksanakan tugas kemanusiaan ini.

Gempa di Mamuju telah merobohkan Kantor Gubernur Sulbar dan merobohkan kantor fasilitas pemerintah, termasuk rumah sakit, pusat perbelanjaan, hotel dan permukiman penduduk.

Baca juga: Pemprov Sulsel Siap Tampung Pengungsi Korban Gempa Sulbar

Selain itu, gempa bumi membuat jaringan listrik padam, sehingga masyarakat sulit berkomunikasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene telah menyatakan korban meninggal 26 orang meninggal di kabupaten Mamuju.

Kemudian, 8 orang meninggal di Kabupaten Majene.

Selain itu, ratusan orang mengalami luka.

Gempa Mamuju berada pada kedalaman 10 kilometer, terletak 6 kilometer timur laut Majene 2.98 LS-118.94 BT.

Gempa membuat sebanyak 15.000 orang mengungsi.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X