Dokter Syamsu Dluha Meninggal karena Covid-19, Dikenal Santun dan Pekerja Keras

Kompas.com - 15/01/2021, 09:05 WIB
Ilustrasi Covid-19 Shutterstock/PetovargaIlustrasi Covid-19

KOMPAS.com - Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) kehilangan seorang dokter pekerja keras, dr Muhammad Syamsu Dluha yang meninggal setelah sepekan terpapar Covid-19.

Syamsu Dluha meninggal di ICU RSML pada Kamis (14/1/2021).

Kakak Syamsu Dluha, HM Hannas Suhanto yang juga ketua pengurus Panti Asuhan Yatim Al-Mizan Lamongan juga meninggal karena Covid-19 pada Minggu (3/1/2021).

Selama dirawat, Syamsu Dluha ikut mendampingi Hannas di ICU RSML.

Sekretaris Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan HM Zuhdi Mukromin mengatakan, Syamsu Dluha dikenal sebagai sosok pekerja keras.

Baca juga: Warga Selamatkan Seekor Penyu yang Terjebak Jaring di Antara Tumpukan Sampah di Laut

Dokter yang dikenal santun dan agamis itu sudah tujuh tahun mengabdi di RSML. Syamsu Dluha juga menjabat sebagai wakil ketua lembaga penanggulangan bencana periode 2015-2020 di PDM Lamongan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Syamsu Dluha merupakan tim pendamping akreditasi klinik MPKU PDM Lamongan.

Zuhdi menyebutkan, Syamsu Dluha sangat telaten, komunikatif, dan serius, selama mendampingi klinik-klinik Muhammadiyah menghadapi akreditasi.

“Ia sangat komitmen menjadikan amal usaha Muhammadiyah (AUM) kesehatan yang Islami,” kata Zuhdi dikutip dari TribunJatim.com, Jumat (15/1/2021).

 

Sementara itu, Sekretaris Majelis Pendidikan Kader (MPK) PDM Lamongan Mubarok MZ menjelaskan, Syamsu Dluha merupakan lulusan Baitul Arqam.

Ia dikenal sebagai peserta yang aktif dan disiplin.

"Ibadahnya rajin. Ia supel dan mudah bergaul,” kata Mubarok dikutip dari TribunJatim.com.

Baca juga: Cerita Syekh Ali Jaber Minta 4.500 Botol Susu Kurma Sebelum Sakit, Dibagikan ke Jemaah Masjid

Wakil Ketua Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Kesehatan Indonesia (PKFI) Lamongan Yatno menambahkan, Syamsu Dluha bisa menjadi panutan di PKFI.

"Kepribadiannya hebat pada saat terjun dalam pendampingan klinik. Supel, sabar, dan enak diajak kerja sama,” katanya.

Yatno dan teman sejawat di Muhammadiyah merasa kehilangan sosok dokter yang punya kemauan membimbing klinik milik Muhammadiyah Lamongan.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Warga Muhammadiyah dan RSM Lamongan Berduka, dr Muhammad Syamsu Dluha Meninggal



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X