Ini 10 Tokoh Masyarakat dan Forkopimda Gresik yang Disuntik Vaksin Sinovac

Kompas.com - 13/01/2021, 16:40 WIB
Ilustrasi vaksin corona, vaksin Covid-19, vaksin Shutterstock/Amazein DesignIlustrasi vaksin corona, vaksin Covid-19, vaksin

GRESIK, KOMPAS.com - Sebanyak 3.000 dosis vaksin Sinovac telah datang di Gresik, Jawa Timur, Rabu (13/1/2021).

Sebagai langkah awal, vaksin ini akan lebih dulu diberikan kepada sepuluh tokoh masyarakat dan Forkopimda Gresik secara simbolis, Jumat (15/1/2021) mendatang.

Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim mengatakan, sepuluh tokoh masyarakat dan jajaran Forkopimda Gresik tersebut, bakal melaksanakan agenda vaksinasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina.

"Ada sekitar 10 tokoh masyarakat dan jajaran Forkopimda. Ini sebagai contoh bagi masyarakat, agar tidak takut untuk divaksin," ujar Qosim, di sela acara penerimaan vaksin di gedung farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, Rabu.

Baca juga: Terima 3.000 Dosis Vaksin Covid-19, Wabup Gresik: Sisanya Insya Allah Saat Vaksinasi Berjalan

Semula, Gresik direncanakan bakal menerima sebanyak 5.920 dosis vaksin Sinovac pada tahap awal.

Namun, pada saat penerimaan di gedung farmasi Dinkes Gresik, Rabu siang, baru sebanyak 3.000 dosis vaksin yang diserahterimakan kepada jajaran Pemkab Gresik.

"Sesuai informasi yang saya terima, kekurangan akan dikirim menyusul," ucap dia.

Sementara, menurut jadwal awal, sepuluh tokoh masyarakat dan jajaran Forkopimda Gresik yang bakal menerima vaksinasi awal pada Jumat mendatang (15/1/2021) di antaranya, Kapolres Gresik, Dandim 0817 Gresik, Ketua DPRD Gresik, serta tokoh agama dan tenaga kesehatan (Nakes).

"Nakes itu dari Dinas Kesehatan, dari (RSUD) Ibnu Sina, Ikatan Dokter, Persatuan Perawat dan tokoh agama, supaya warga tidak ragu-ragu bahwa vaksin ini memang sudah suci dan halal berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI)," kata Qosim.

 

Hanya ketika disinggung lebih lanjut, Qosim mengaku, tidak termasuk dalam kriteria penerima vaksinasi tahap awal tersebut lantaran dirinya telah berusia 63 tahun, atau melebihi dari yang penerima vaksin yang ditentukan maksimal berusia 59 tahun.

"Nanti akan ada perwakilan dari MUI, ada dari NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah dan LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) untuk tahap pertama," ujar dia.

Untuk vaksinasi tahap awal, direncanakan bakal di tempatkan di RSUD Ibnu Sina dan posko puskesmas alun-alun Gresik.

Baca juga: Polisi Bubarkan Acara Dangdutan di Pernikahan Warga Gresik

 

Kemudian menyusul rumah sakit lain yang ada di Gresik, puskesmas, serta klinik kesehatan yang direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan Gresik.

Untuk agenda selanjutnya, vaksinasi akan dilaksanakan tersebar di 20 rumah sakit yang ada di Gresik, 32 puskesmas, klinik dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Gresik.

"Total ada sebanyak 55 fasilitas pelayanan kesehatan dan satu KKP," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Gresik Saifuddin Ghozali.

Sementara, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto yang turut hadir dalam penerimaan vaksin Sinovac di gedung farmasi Dinkes Gresik menyatakan, siap menjadi salah satu pihak yang divaksinasi awal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X