Kompas.com - 11/01/2021, 22:47 WIB
Relawan dari komunitas Kopi Pak Saleh Pamekasan sedang membagikan makanan kepada warga yang rumahnya terendam banjir di Kelurahan Gladak Anyar. Banyak warga yang belum tersentuh bantuan makanan meskipun banjir sudah berangsur surut. KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANRelawan dari komunitas Kopi Pak Saleh Pamekasan sedang membagikan makanan kepada warga yang rumahnya terendam banjir di Kelurahan Gladak Anyar. Banyak warga yang belum tersentuh bantuan makanan meskipun banjir sudah berangsur surut.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Korban banjir di Kabupaten Pamekasan mengeluh kelaparan karena belum ada bantuan makanan dari pemerintah setempat.

Warga memilih menyelamatkan barang-barang berharga mereka agar tidak rusak dan terseret banjir, dibanding memasak di dapur.

Anisatul, warga Kelurahan Gladak Anyar Jalan Sersan Mesrul Gang 3 Kecamatan Kota Pamekasan mengatakan, saat banjir mulai datang pukul 13.30 WIB, bersama dengan warga lainnya memilih menyelamatkan diri dan barang-barang berharga miliknya.

Dirinya tidak memikirkan bagaimana mendapatkan makanan.

Baca juga: Banjir di Pamekasan Rusak Jembatan Penghubung 2 Kelurahan

"Karena yang utama menyelamatkan diri dan barang-barang berharga terlebih dahulu seperti motor takut terendam," ujar Anisatul, saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (11/1/2021) malam.

Anisa baru bisa kembali lagi ke rumahnya pada pukul 19.30 WIB setelah banjir dengan ketinggian 1 meter lebih itu mulai surut.

Warga juga mulai bersih-bersih kotoran yang masuk ke dalam rumahnya.

Pukul 20.30 WIB bersih-bersih bekas banjir ada yang selesai. Namun, listrik masih padam.

"Tetap tidak bisa masak karena listrik mati. Baru terasa laparnya dan belum ada bantuan walaupun nasi bungkus," ungkap Anisa.

Hozaimah, warga Gladak Anyar lainnya juga belum dapat bantuan makanan dari pemerintah.

 

Selain tidak dapat bantuan makanan, kondisi ibu dua anak ini sangat memprihatinkan karena kompor gas, kulkas dan kasur tidurnya hilang terseret banjir.

"Semoga segera datang bantuan biar malam ini kami bisa tidur tidak dalam keadaan menahan lapar," ujar Hozaimah.

Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus saat dihubungi melalui telpon seluler menuturkan bahwa banjir kali ini paling besar jika dibandingkan dengan beberapa peristiwa banjir sebelumnya.

Baca juga: 2 Pejabat Positif Covid-19, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Pamekasan Ditutup

 

Paling parah banjir merendam puluhan rumah di Gladak Anyar yang hampir ke atas rumah warga.

Oleh sebab itu, banyak tenaga yang dibutuhkan untuk membantu para korban mulai dari evakuasi hingga pemberian bantuan.

Sementara, jumlah tenaga BPBD dan relawan sangat terbatas.

"Bantuan makanan sudah berjalan ke kelurahan dan desa yang terendam banjir. Tinggal menunggu giliran dan waktu," ungkap Akmalul. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X