Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/01/2021, 17:47 WIB

SRAGEN, KOMPAS.com - Suyanto (40) dan Riyanto (32) tercatat dalam manifes penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182, yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).

Kakak adik asal Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, itu berangkat dari Jakarta ke Pontianak untuk mengerjakan pemasangan rolling door.

Kakak ipar Riyanto, Mustofa (23) menceritakan, keluarga mendapat kabar pesawat yang ditumpangi Suyanto dan Riyanto hilang kontak pukul 17.00 WIB dari media sosial dan pemberitaan di media.

Sebelum peristiwa naas terjadi, kata Mustofa, Riyanto masih berkomunikasi dengan istri, Ernawati (22) dan anaknya melalui video call pukul 13.00 WIB.

"Jam 3 sore anaknya (Riyanto) nangis pengin telepon bapaknya terus tapi sudah tidak bisa. Terus jam 5 sore dapat berita breaking news atau dari Facebook ada gambar pesawat Sriwijaya Air hilang kontak," kata Mustofa ditemui di kediaman Riyanto Desa Katelan, Tangen, Sragen, Senin (11/1/2021).

Baca juga: Mimpi Batal Menikah, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Sempat Ingin Batalkan Pergi ke Pontianak

Mengetahui kabar itu, Mustofa yang sedang bekerja mengecek status WhatsAps (WA) terakhir Riyanto yang juga mengunggah tiket pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

"Tak lihat story (WA) terakhir Riyanto foto tiket pesawat. Ternyata sama (Sriwijaya Air). Saya pulang (kerja) langsung ke sini (rumah Riyanto). Di sini sudah ramai orang," terangnya.

Mustofa mengatakan, Riyanto sudah memiliki rencana untuk berangkat ke Pontianak.

Bahkan, keluarga juga sudah diberitahu Riyanto terkait rencana keberangkatannya tersebut.

Karena masih pandemi Covid-19, Riyanto harus mencari persyaratan naik pesawat dengan melakukan pemeriksaan swab PCR di Sragen.

"Senin atau tidak Selasa itu cari test swab PCR. Di Sragen ini tidak ada yang cepat hasilnya. Tidak ada yang langsung jadi. Terus sudah niat tidak mau berangkat," kata dia.

Baru pada Kamis (7/1/2021), Riyanto berangkat ke Jakarta bersama dengan kakaknya Suyanto.

Baca juga: Cara Polisi Menguatkan Keluarga Korban Sriwijaya Air di Tulang Bawang Barat

Suyanto sendiri adalah seorang pemborong salah satu perusahaan di Jakarta.

"Rabu malam berangkat ke Jakarta. Kamis sampai di Jakarta. Terus Jumat cari test swab itu. Sabtu pagi dapat hasilnya terus berangkat ke bandara (Soekarno-Hatta) untuk ke Pontianak," ungkapnya.

Keluarga Suyanto dan Riyanto sudah berangkat ke Jakarta pada Sabtu (9/1/2021) malam, setelah mendengar kabar pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak.

"Bapak, ibu, adik dan kakak sudah berangkat ke Jakarta setelah dapat kabar pesawat hilang kontak," terang Mustofa.

Pihaknya berharap Suyanto dan Riyanto dapat segera ditemukan.

"Hari ini dapat kabar keluarga sudah dites DNA," sambung dia.

Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Katelan Paidi (42) mengatakan, Suyanto dan Riyanto tercatat dalam administrasi kependudukan sebagai warga Desa Katelan.

Suyanto merupakan warga Dukuh Girimulyo RT 018, Desa Katelan, Kecamaran Tangen, Sragen.

Sedangkan, Riyanto warga Dukuh Tengaran RT 017, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen.

"Keduanya masih satu keluarga dan satu kelurahan. Tapi mereka cuma berbeda RT," kata dia.

Paidi mengatakan, pekerjaan Suyanto adalah sebagai pemborong. Sedangkan adiknya ikut membantu kakaknya tersebut.

"Memang seringnya di Jakarta. Karena jaringan atau riteil yang mereka ambil adalah kebanyakan dari Jakarta. Kalau di Jakarta ada garapan (kerjaaan) seminggu atau dua minggu kadang keluar Jakarta, termasuk kadang Sumatera, Kalimantan. Yang jelas sesuai job (pesanan) yang diterima," kata Paidi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.