Aksi Penipuan CPNS Pemprov Jatim Terbongkar, Ada Tes Tulis hingga SK Palsu Gubernur Jatim

Kompas.com - 08/01/2021, 22:16 WIB
Tersangka pelaku penipuan CPNS diamankan di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (8/1/2021). KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALTersangka pelaku penipuan CPNS diamankan di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (8/1/2021).

SIDOARJO, KOMPAS.com - Aksi penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dibongkar Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Dalam aksinya, pelaku yang mengaku mantan pegawai Pemprov Jawa Timur itu menggelar tes tulis, tes psikologi hingga memberikan Surat Keputusan (SK) gubernur Jawa Timur palsu kepada para korbannya.

Pelaku yang berinisial KRH akhirnya ditangkap pada 28 Desember 2020 lalu. Tim Satreskrim Polresta Sidoarjo menangkap KRH di kediamannya di Kecamatan Krian Sidoarjo setelah sebulan lebih keberadaannya diintai polisi.

Baca juga: Pemkot Surabaya Keberatan Lakukan Pembatasan Sosial, Ini Alasannya

"Pelaku berpindah-pindah tempat untuk menghilangkan jejak," kata Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Wahyudin Latif, kepada wartawan, Jumat (8/1/2021).

Dia beraksi melakukan penipuan sejak 2019. Kepada polisi, pelaku mengaku melakukan aksi penipuan kepada sekitar 75 orang korban.

Selain dari Sidoarjo sendiri, korbannya juga dari Surabaya, Gresik hingga Jombang.

Korban diminta uang sekitar Rp 30.000.000 hingga Rp 50.000.000 untuk menjadi PNS Pemprov Jawa Timur.

"Setelah membayar, korban diminta mengikuti tes di sebuah hotel lalu diberi SK Gubernur Jatim yang diketahui palsu," ujar dia.

Cara pelaku mencari korban dengan memberi iming-iming imbalan seorang korban jika memperoleh korban lainnya.

Baca juga: Koster Sebut WNA di Bali Susah Diatur untuk Terapkan Protokol Kesehatan

 

"Jika pelaku dapat seorang korban, korban tersebut diminta mencari korban lainnya dengan iming-iming imbalan uang," ucap dia.

Selama sekitar 2 tahun beroperasi, polisi mengaku hanya menyita uang sebesar Rp 1 juta dari pelaku. Uang hasil penipuan menurut pelaku sudah dipakai untuk keperluan hidup.

KRH kini ditahan di Mapolresta Sidoarjo. Dia dijerat pidana penipuan atau penggelapan sesuai Pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X