Antar Penumpang Purwokerto-Solo Tanpa Dibayar dan Asuh Balita 2,5 Tahun Sambil Ngojek karena Ditinggal Istri, Ini 4 Kisah Menyentuh dari Para Driver Ojol

Kompas.com - 31/12/2020, 17:50 WIB
Ojek online menggunakna GPS pada ponsel saat berkendara mengantar dan menjemput penumpang. Ojek online menggunakna GPS pada ponsel saat berkendara mengantar dan menjemput penumpang.

KOMPAS.com - Tahun 2020 menorehkan beragam kisah, termasuk bagi para pengemudi atau driver ojek online (ojol).

Beberapa di antaranya adalah cerita pilu. Namun, tak sedikit pula kisah menginspirasi.

Seperti kisah Mulyono, pengemudi ojol berusia 59 tahun asal Banyumas yang ditipu penumpang setelah mengantarkan dari Purwokerto ke Solo.

Mulyono yang mengikhlaskan kejadian itu justru mendapatkan keberkahan lain.

Kemudian ada pula kisah pengemudi ojol jujur dari Tasikmalaya, Ade Alfian Ahmad.

Kisahnya menginspirasi karena telah mengembalikan uang Rp 35.000 dengan menyelipkannya di bawah pintu bersama sepucuk surat.

Baca juga: Polisi Tangkap Penumpang yang Tipu Driver Ojol Mulyono, Kapolresta: Belum Ada Laporan, Kita Amankan Dulu

1. Ditipu antarkan dari Purwokerto ke Solo, penumpang hanya tinggalkan sandal

Mulyono (59) warga Kalibagor, Desa Srowot, Banyumas menjadi korban penipuan di Solo, Sabtu (4/4/2020). Ia kemudian dibantu oleh driver Ojol Solo Raya di Kelurahan Banyuanyar, Banjarsari.Tribun Solo Mulyono (59) warga Kalibagor, Desa Srowot, Banyumas menjadi korban penipuan di Solo, Sabtu (4/4/2020). Ia kemudian dibantu oleh driver Ojol Solo Raya di Kelurahan Banyuanyar, Banjarsari.
Seorang pengemudi ojol asal Desa Srowot, Banyumas, Mulyono (59) menjadi korban penipuan oleh seorang penumpang.

Dia diminta mengantar penumpang dari Purwokerto ke Solo atau yang berjarak sekitar 230 kilometer.

Menempuh perjalanan lima jam, Mulyono mulanya bertemu penumpang tersebut di Terminal Purwokerto pada Sabtu (4/4/2020).

Mulyono dijanjikan bayaran Rp 700 ribu oleh penumpang jika sampai ke Solo.

Tiba di Banjarsari, Solo, penumpang mengajak berhenti di masjid dengan alasan hendak salat.

Namun ternyata penumpang itu sudah kabur dan hanya meninggalkan sandalnya.

Beberapa waktu kemudian, pelaku tertangkap di Solo.

Meski ditipu, Mulyono mengaku tidak dendam dengan penumpang itu.

"Saya justru kasihan, apalagi kalau dia sudah punya keluarga dan anak dan masuk penjara," kata Mulyono.

Perjalanan pulang ke Purwokerto, Mulyono mendapatkan pengawalan dari sopir ojol secara estafet di berbagai daerah.

Di Banyumas, Mulyono pun mendapatkan santunan dari pejabat Polres Banyumas dan DPRD Banyumas serta Pemkab Banyumas. Hati mereka terketuk dengan kisah Mulyono.

Baca juga: Ditolak Keluarga, Penumpang yang Tipu Driver Ojol Mulyono Sempat Dikarantina

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X