Gereja di Palembang Batasi Jumlah Jemaat hingga 90 Persen

Kompas.com - 24/12/2020, 20:34 WIB
Malam misa yang berlangsung di gereja GPIB Imanuel Palembang, Sumatera Selatan dilakukan dengan cara protokol Covid-19. Dimana jumlah jemaat dibatasi sampai 90 persen, untuk mencegah penularan virus Corona, Kamis (24/12/2020). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAMalam misa yang berlangsung di gereja GPIB Imanuel Palembang, Sumatera Selatan dilakukan dengan cara protokol Covid-19. Dimana jumlah jemaat dibatasi sampai 90 persen, untuk mencegah penularan virus Corona, Kamis (24/12/2020).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Seluruh gereja di Palembang, Sumatera Selatan, membatasi jumlah jemaat saat gelaran misa natal, Kamis (24/12/2020).

Pastur Kepala Gereja Santo Yoseph Palembang Laurentius Rakidi mengatakan, pihaknya membatasi jumlah jemaat hingga 90 persen.

Jika sebelumnya 6.000 jemaat yang hadir, kini hanya 1.600 jemaat.

Jemaat yang hadir harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19 seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan pengecekan suhu tubuh.

"Usia di atas 60 tahun tidak boleh hadir dan diminta melaksanakan misa di rumah. Jemaat yang tak datang bisa mengikuti secara virtual," kata Laurentius.

Baca juga: Potret Toleransi di Mimika, Umat Lintas Agama Ikut Amankan Misa Natal

Laurentius menjelaskan, tak hanya membatasi jumlah jemaat, malam misa juga dipercepat dan dibagi sebanyak dua sesi.

Sesi pertama berlangsung pukul 18.00 WIB dan sesi kedua pukul 20.30 WIB.

"Ini dilakukan agar tak terjadi kerumunan, sehingga harus bergantian. Kita harus menyesuaikan dengan pandemi Covid-19 ini," ujarnya.

Baca juga: Ibadah Natal, Kapasitas Gereja di Magelang Dibatasi 25 Persen

Sementara tiu, Gubernur Sumsel, Herman Deru yang meninjau langsung pelaksanaan malam misa menjelaskan, protokol kesehatan harus diterapkan selama menjalankan ibadah.

"Hasil pemantauan seluruh gereja di Palembang sudah disiplin. Bahkan mereka mengurangi jumlah jemaat sampai 90 persen di malam misa dan sisanya dilakukan virtual. Kita butuh dukungan semua pihak untuk mencegah penularan Covid-19," kata Herman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Regional
Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X