Dirawat 3 Hari, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban Meninggal Positif Covid-19

Kompas.com - 23/12/2020, 16:32 WIB
Ilustrasi Covid-19 SHUTTERSTOCKIlustrasi Covid-19

TUBAN, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Murtadji, meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Murtadji dinyatakan meninggal sekitar pukul 02.30 WIB di Rumah Sakit Nahdatul Ulama (RSNU) Tuban, Rabu (23/12/2020).

Juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban, Endah Nurul Komariyati membenarkan adanya kabar duka yang menimpa Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban.

"Iya benar, Kepala Dinas Pertanian meninggal karena Covid-19," kata Endah Nurul Komariyati, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Beda Pilihan Politik dengan Pemilik Tanah, Risal Bongkar Rumahnya dan Rumah Mertua Lalu Pindah

Sebelum dinyatakan meninggal, Murtadji sempat dirawat dan menjalani Magnetic Resonance Spectroscopy (MRS) di RSUD yang kemudian pindah ke ruang isolasi RSNU, Tuban, selama 3 hari.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tanggal 20 kemarin, beliau dirawat di RSUD, kemudian tanggal 21 pindah ke RSNU, dan tanggal 23 Desember 2020, beliau dinyatakan meninggal," jelasnya.

Proses pemakaman jenazah almarhum yang dikenal sebagai pejabat yang sering turun ke lapangan ini juga dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Endah mengatakan, tim tracing Covid-19 Kabupaten Tuban sendiri saat ini belum bisa mendeteksi awal penularan Covid-19 terhadap almarhum serta penyakit penyerta yang dideritanya.

"Saat ini belum tahu, beliau tertular Covid-19 kapan dan dari mana, kami masih melakukan tracing," jelasnya.

Baca juga: Derita Kristina, Bayi 1 Bulan Lahir Tanpa Anus dan Butuh Biaya untuk Operasi
Pihaknya meminta para pegawai maupun masyarakat yang pernah melakukan kontak langsung dengan almarhum untuk melakukan isolasi mandiri.

"Mereka yang pernah kontak erat, dianjurkan isolasi mandiri," tuturnya.

Endah juga mengajak masyarakat agar tidak lalai dalam menerapkan protokol kesehatan dalam setiap menjalankan aktivitas sehari-hari baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

Sebab, Kabupaten Tuban saat ini sudah banyak klaster penyebaran Covid-19 dan berstatus zona merah dengan resiko yang tinggi terhadap penyebaran Covid-19.

"Perkiraan status zona merah ini akan berlanjut hingga 2 minggu ke depan. Makanya, warga harus disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan baik," ungkapnya.

Sementara, hingga hari ini tercatat sudah ada 1438 orang yang terpapar Covid-19, sebanyak 884 orang dinyatakan sembuh, sebanyak 410 masih menjalani perawatan dan 114 orang meninggal dunia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X