Kompas.com - 18/12/2020, 12:17 WIB
Asspidum Kejaksaan Tinggi Jambi Fajar Rudi menjelaskan kronologi eksekusi Ambok Lang (belakang baju merah), pada Kamis (17/12/2020) di Kejaksaan Tinggi Jambi. KOMPAS.COM/JAKA HBAsspidum Kejaksaan Tinggi Jambi Fajar Rudi menjelaskan kronologi eksekusi Ambok Lang (belakang baju merah), pada Kamis (17/12/2020) di Kejaksaan Tinggi Jambi.

JAMBI, KOMPAS.com - Terpidana pencabulan anak di bawah umur yang sempat divonis bebas oleh PN Jambi, Ambok Lang (45), akhirnya kalah dalam kasasi tingkat Mahkamah Agung (MA).

PNS Disdik Jambi ini akhirnya divonis pidana penjara 3 tahun.

Kejaksaan Tinggi Jambi mengeksekusi Ambok Lang pada Kamis (17/12/2020) di kediamannya.

"Ambok Lang dijatuhkan pidana penjara 3 tahun, denda sebesar Rp 100 juta dan subsidair 3 bulan," kata Asspidum Kejaksaan Tinggi Jambi Fajar Rudi kepada Kompas.com, Kamis (17/12/2020). 

Fajar mengatakan pihaknya sempat melakukan rapid test pada Ambok Lang dengan hasil non-reaktif. Sebab itu Ambok Lang langsung dieksekusi.

"Pelaku juga kooperatif. Karena hasil rapid test-nya non-reaktif maka nanti akan kita bawa ke Lapas," kata Fajar.

Baca juga: Modus Ajarkan Pernapasan, Seorang Guru Ngaji Cabuli Muridnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cabuli banyak anak, tapi divonis bebas

Sebelumnya diketahui Ambok Lang divonis bebas oleh PN Jambi pada Januari 2020 lalu. Hal ini tertuang pada putusan 591/Pid.Sis/2019/PN.jmb.

Dalam surat itu putusan bebas Ambok Lang jatuh pada 13 Januari 2020 dan dibacakan oleh hakim ketua Yandri Roni di Pengadilan Negeri Jambi.

Tim kejaksaan kemudian bereaksi dengan mengajukan memori kasasi Januari lalu. Sebab, kasus ini sudah berjalan lama sejak 2017. 

Sebelumnya diketahui Ambok Lang (46) bekerja sebagai PNS di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Selain itu dia juga guru agama yang mengajarjan mengaji untuk anak-anak lingkungan rumahnya di kawasan Jalan Ki Maja.

Baca juga: Polisi Tangkap Pemilik Pesantren di Aceh karena Diduga Perkosa Santri di Bawah Umur

 

Saat bekerja sebagai guru agama tersebutlah Ambok Lang melakukan aksinya, yakni sejak akhir 2017.

Beberapa orangtua dari anak-anak yang jadi korban Ambok Lang sempat melakukan aksi di depan Kejaksaan Tinggi Jambi.

Mereka menuntut tim kejaksaan mengirimkan memori kasasi agar Ambok Lang dihukum lebih berat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.