Kompas.com - 16/12/2020, 14:16 WIB
Pengumuman pihakn Pengadilan Negeri Makassar mengenai penundaan sidang usai 6 pegawainya terpapar COVID-19, Rabu (16/12/2020). Dok IstimewaPengumuman pihakn Pengadilan Negeri Makassar mengenai penundaan sidang usai 6 pegawainya terpapar COVID-19, Rabu (16/12/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri (PN) Makassar terpaksa menunda beberapa sidang tatap muka dan aktivitas administrasi untuk sementara waktu sejak 16 Desember hingga 27 Desember 2020.

Kebijakan ini diambil usai enam pegawai yang bekerja di PN Makassar terkonfirmasi positif virus corona setelah melaksanakan tes swab massal pada Senin (14/12/2020).

Kepala Humas PN Makassar Doddy Hendrasakti mengatakan, meski beberapa pelaksanaan sidang ditunda, tetapi pelayanan administrasi penahanan pidana umum dan tipikor tetap dilaksanakan.

"Ini bukan libur tetapi pembatasan sementara. Urusan administrasi perkara tetap dilayani," kata Doddy Hendrasakti saat diwawancara wartawan, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: Polisi Larang Warga Makassar Buat Perayaan pada Malam Pergantian Tahun

Keenam pegawai PN Makassar yang terkonfirmasi Covid-19 ialah tiga panitera pengganti, dua juru sita, dan seorang pegawai honorer.

Dodsi menduga pegawai yang terpapar Covid-19 tertular dari orang yang berada di luar lingkup PN Makassar mengingat di PN Makassar sendiri sidang via daring sudah diberlakukan sejak pandemi Covid-19.

Namun meski terpapar, keenam pegawai PN Makassar tersebut masuk kategori orang tanpa gejala sehingga hanya menjalani isolasi mandiri di rumah dan tempat yang disediakan pemerintah.

"Intinya sudah menjadi ketentuan yang harus dihormati. Hasil swab dari pihak kami memang ada enam yang terindikasi hasilnya positif," ucap Doddy.

Baca juga: 11 Calon Polisi Positif Covid-19, SPN Batua Makassar Gelar Pendidikan Daring

Sementara itu alasan pihak PN Makassar tetap memberlakukan pelayanan administrasi perkara untuk para tahanan agar masa tahanannya tidak habis.

Pelayanan itu pun masih mematuhi protokol kesehatan. Untuk sidang yang urgen, kata Doddi, pihaknya juga masih akan melakukan sidang via daring.

"Nanti tahanannya bebas kalau tidak diperpanjang, kan sesuai undang-undang," kata Doddy.

"Kita lakukan daring juga untuk apabila waktunya mepet sekali. Ini untuk perpanjangan masa tahanan. Sekali lagi ini bukan penutupan tetapi PSBB kantor istilahnya," tandasnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X