[POPULER NUSANTARA] Viral Foto Gadis Tertawa Lepas di KTP | Pengakuan Pengantin Perempuan Menangis Saat Mantan Datang ke Pernikahannya

Kompas.com - 16/12/2020, 06:09 WIB
Nadila Suhendar (19), pemilik KTP berfoto tertawa akhirnya memiliki KTP baru dengan foto serius saat ditemui di rumahnya Jalan RE Martadinata, Kota Tasikmalaya, Selasa (15/12/2020). KOMPAS.com/ IRWAN NUGRAHANadila Suhendar (19), pemilik KTP berfoto tertawa akhirnya memiliki KTP baru dengan foto serius saat ditemui di rumahnya Jalan RE Martadinata, Kota Tasikmalaya, Selasa (15/12/2020).

KOMPAS.com - Sebuah foto yang memperlihatkan seorang gadis tertawa lepas di Kartu Tanda Penduduk (KTP) viral di media sosial.

Foto tersebut sempat mendapat 2 juta like di Twitter.

Diketahui, gadis itu bernama Nadila Suhendar (19), warga Jalan RE Martadinata, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

KTP itu dibuat Nadila saat dirinya masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Nadila mengaku sempat malu karena memiliki KTP tersebut. Namun, semenjak foto KTP-nya viral di media sosial, ia mengaku tak malu lagi.

Sementara itu, Aollina Alfia Lestari, pengantin perempuan yang viral setelah menangis histeris hingga pingsan di pelamin setelah melihat mantannya datang ke acara pernikahannya mengaku tidak sadar dan khilaf.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usai kejadian itu, Lestari pun mengaku sudah meminta maaf kepada suaminya, Dedi Kariyadi dan keluarga besar suaminya.

Bacar populer nusantara selangkapnya:

1. Viral Foto Gadis Tertawa Lepas di KTP

Nadila Suhendar (19), pemilik KTP berfoto tertawa akhirnya memiliki KTP baru dengan foto serius saat ditemui di rumahnya Jalan RE Martadinata, Kota Tasikmalaya, Selasa (15/12/2020).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Nadila Suhendar (19), pemilik KTP berfoto tertawa akhirnya memiliki KTP baru dengan foto serius saat ditemui di rumahnya Jalan RE Martadinata, Kota Tasikmalaya, Selasa (15/12/2020).

Nadila mengatakan, KTP itu dibuatnya saat ia masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Diceritakann Nadila, foto KTP-nya viral saat ada kontes foto KTP terlucu di Twitter dan oleh rekannya foto itu dikirimkannya.

"Di sana, banyak komentar dan like dari para netizen tentang keasliannya karena merasa aneh kok bisa foto di KTP tertawa seperti itu, bukan senyum," kata Nadila kepada Kompas.com saat ditemui di rumahnya, Selasa (15/12/2020).

Kata Nadila, ia memiliki KTP dengan foto tertawa hampir dua tahun.

Kata Nadila, foto tertawa di KTP itu berawal saat ia ditemani kakaknya mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk perekaman KTP.

Namun, saat pengambilan foto, sang kakak menggoda hingga membuatnya tertawa.

Tak sadar, petugas sudah memotret kejadian itu. Setelah itu, Nadila sempat difoto ulang oleh petugas dengan posisi serius.

Namun, ternyata foto yang dipakai malah dengan pose tertawa lepas.

"Waktu itu pernah difoto ulang dengan foto yang serius. Eh, pas KTP sudah jadi yang terpasang malah foto tertawa lepas itu," ujarnya.

Baca juga: Cerita Nadila Soal Foto Tertawa di KTP-nya, Mau Minta Ganti Justru Dimarahi Petugas Disdukcapil

 

2. Pengakuan pengantin perempuan menangis saat mantan datang ke pernikahannya

foto bersama pasangan pengantin Dedi dan Lestari, pengantin yang sempat viral lantaran menangis saat kedatangan mantanDok Dina, adik dari mempelai laki-laki foto bersama pasangan pengantin Dedi dan Lestari, pengantin yang sempat viral lantaran menangis saat kedatangan mantan

Seorang pengantin perempuan di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, bernama Aollina Alfia Lestari, menangis histeris hingga jatuh pingsan di pelamin saat melihat mantannya datang di acara pernikahannya, Sabtu (12/12/2020), kejadian itu pun viral di media sosial.

Usai kejadian itu, kata Lestari, ia sudah meminta maaf kepada keluarga besar suaminya.

Lestari mengaku, saat itu ia tidak sadar dan khilaf.

"Saya tidak tahu bagaimana menjelaskan perasaan saya waktu itu, saya tidak sadar pokoknya, saya khilaf," kata Lestari, saat dihubungi Kompas.com, melalui sambungan telepon, Senin (14/12/2020).

"Saya sudah minta maaf sama suami saya, terutama keluarga besar suami, benar memang waktu itu saya tidak sadar," sambungnya.

Dedi Kariyadi, suami Lestari mengaku sudah memaafkan istrinya saat di acara pernikahannya itu.

Kata Dedi, saat kejadian itu terjadi, ia menganggap istrinya dalam keadaan tidak sadar. Jadi Dedi pun memakluminya.

"Sudah tidak ada masalah sekarang, sudah bagus dah istri saya, sudah bagus sama keluarga, saya maklumin dia, karena keadaan itu tidak sadar," kata Dedi.

Baca juga: Menangis Saat Mantan Datang di Pernikahan, Pengantin Perempuan: Saya Tidak Sadar, Saya Khilaf

 

3. Demo buruh pabrik Nikel di Konawe berujung Rusuh

Sejumlah fasilitas milik perusahaan nikel di Konawe dibakar para buruh yang menuntut status dan kenaikan gaji. (Foto istimewa)KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI Sejumlah fasilitas milik perusahaan nikel di Konawe dibakar para buruh yang menuntut status dan kenaikan gaji. (Foto istimewa)

Aksi unjuk rasa buruh perusahaan nikel milik PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Kecamatan Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) berujung anarkis, Senin (14/12/2020).

Kerusuhan dipicu kekecewaan buruh karena tuntutan mereka untuk dijadikan karyawan tetap dan kenaikan gaji tak digubris perusahaan.

Para buruh mengaku kecewa atas sikap perusahaan yang tidak menanggapi tuntutan mereka soal kenaikan gaji dan status pengangkatan karyawan.

Ketua SPTK Konawe Kasman Hasbur mengatakan, selama ini karyawan yang bekerja bertahun-tahun tidak diikat dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

Bahkan, menurut dia, ada karyawan yang bekerja lebih dari 3 tahun statusnya belum menjadi pegawai tetap.

"Ketika ada yang bekerja dua sampai tiga tahun dicarikan masalah supaya keluar. Misalnya, ada yang sakit tapi keterangan sakitnya tidak dianggap, akhirnya dikeluarkan surat peringatan," kata Kasman dikonfirmasi lewat telepon, Senin (14/12/2020).

Baca juga: Demo Buruh Perusahaan Nikel PT VDNI di Konawe Rusuh, Sejumlah Fasilitas Dibakar

 

4. Dua warga diduga dianiaya kelompok KNPB, satu tewas, satu luka serius

Polisi mengevakuasi korban penganiayaan di Kampung Sori, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Jumat (11/12/2020).DOK. POLRES MAYBRAT Polisi mengevakuasi korban penganiayaan di Kampung Sori, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Jumat (11/12/2020).

Dua warga di Kampung Sori, Ditrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, diduga dianiaya kelompok dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Jumat (11/12/2020). Dua warga itu yakni bernisial OA dan KS.

Akibat kejadian itu, OA meninggal dunia, sementara KS yang berprofesi sebagai guru mengalami luka serius dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Keyen Kabupaten Sorong.

Selain menganiaya warga, kelompok tersebut juga merusak tiga motor yang ada di lokasi, salah satunya motor korban OA.

Dua motor lainnya yakni milik seorang tukang ojek dan warga sekitar lokasi kejadian.

Pelaksana tugas Kapolres Persiapan Maybrat Kompol Bernadus Okoka mengatakan, usai melakukan aksinya, komplotan pelaku sempat mengambil foto bersama korban di lokasi kejadian.

"Setelah mereka melakukan pembunuhan terhadap warga para pelaku ini sempat foto bersama jasad korban, kemudian mereka edarkan untuk meneror warga di sana," kata Bernadus saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa (15/12/2020).

Usai kejadian itu, kata Bernadus, sebagian besar warga masih takut keluar rumah akibat teror yang dilakukan kelompok diduga KNPB tersebut.

Baca juga: Setelah Membunuh, Para Pelaku Foto Bersama Jasad Korban, Mereka Edarkan untuk Teror Warga

 

5. Jenazah wakil KSAD disemayamkan di rumah orangtuanya

Jenazah Wakil KSAD, Letjen Herman Asaribab, tiba di rumah orang tuanya di Perumahan Pemda Cigombong, Kelurahan Vim, Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (15/12/2020)KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI Jenazah Wakil KSAD, Letjen Herman Asaribab, tiba di rumah orang tuanya di Perumahan Pemda Cigombong, Kelurahan Vim, Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (15/12/2020)

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Letjen Herman Asaribab meninggal dunia pada Senin (14/12/2020).

Herman meninggal karena sakit di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.

Jenazahnya akan dimakamkan di Jayapura.

Setelah tiba di Jayapura, jenazah Herman disemayamkan di rumah orangtuanya di Perumahan Pemda Cogombong, Kelurahan Vim, Abepura, Kota Jayapura.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Ignatius Yogo Triyono mengatakan, keluarga menginginkan jenazah disemayamkan di rumah orangtua sebelum dimakamkan.

"Hari ini beliau akan disemayamkan di rumah keluarga, kemudian (16/12/2020) besok akan dibawa ke Makodam untuk disemayamkan sejenak di sana," kata Ignatius di rumah duka, Selasa.

Kata Ignatius, saat di Makodam XVII/Cenderawasih, jenazah akan menerima penghormatan terakhir sebelum dimakamkan.

"Kemudian kita lakukan upacara pelepasan jenazah dari Kodam ke TMP Waena untuk dimakamkan di sana," katanya.

Baca juga: Tiba di Jayapura, Jenazah Wakil KSAD Herman Asaribab Disemayamkan di Rumah Orangtua

 

Sumber: KOMPAS.com (Penulis: Idham Khalid, Dhias Suwandi, Kiki Andi Pati, Maichel | Editor : Michael Hangga Wismabrata, Robertus Belarminus, Dheri Agriesta, Khairina)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.