Paslon Iwan-Iip Laporkan Dugaan Kecurangan Pilkada Tasikmalaya ke Bawaslu

Kompas.com - 14/12/2020, 11:31 WIB
Tim Pemenangan Iwan-Iip mengklaim sudah melaporkan berbagai dugaan pelanggaran di Pilkada Tasikmalaya, Minggu (13/12/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHATim Pemenangan Iwan-Iip mengklaim sudah melaporkan berbagai dugaan pelanggaran di Pilkada Tasikmalaya, Minggu (13/12/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Tim Pemenangan pasangan calon nomor 4 Iwan Saputra-Iip Miftahul Paos menyatakan telah melaporkan berbagai dugaan kecurangan saat proses penghitungan suara kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di Pilkada Tasikmalaya, Minggu (13/12/2020).

Mereka meminta Bawaslu menelusuri dugaan pelanggaran dan meminta adanya proses pemungutan suara ulang di tiap TPS dan kecamatan yang dinilai ada pelanggaran.

"Kami sudah laporkan secara resmi ke Bawaslu terkait beberapa pelanggaran, mulai koreksi kesalahan penghitungan, tak diumumkannya hasil penghitungan suara oleh TPS serta adanya penyalahgunaan wewenang program pemerintah," jelas Ketua Tim Pemenangan Tim Iwan-Iip, Ami Fahmi kepada wartawan di Singaparna, Minggu petang.

Ami menilai, pihaknya khawatir kalau ini dibiarkan akan berdampak pada ketidakpercayaan masyarakat terhadap kinerja KPU dan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya sebagai penyelenggara pilkada yang adil dan transaparan.

Baca juga: Paslon Iwan Saputra - Iip Menduga Ada Kejanggalan Hasil Real Count KPU di Pilkada Tasikmalaya

Pihaknya pun telah menyampaikan berbagai bukti dan temuan tim terkait penambahan dan pengurangan suara yang dilaporkan di setiap TPS sampai ke tingkat PPK kecamatan.

"Kami meminta Bawaslu harus segera menindaklanjuti, mengungkap adanya pengurangan dan penambahan suara. Menindaklanjuti berbagai bentuk kelalaian oleh penyelanggara dan banyaknya pelanggaran. Kita sudah melaporkan ke Bawaslu oleh bebeberapa pihak sekaligus malah," tambah Ami.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, pihaknya menunggu hasil pleno kecamatan yang sampai sekarang masih berlangsung.

Ami berharap hasil pemungutan suara Pilkada Kabupaten Tasikmalaya diumumkan secara transaparan dan sejujur-jujurnya oleh KPU Kabupaten Tasikmalaya.

"Pernyataan sikap ini hasil musyawarah oleh semua partai pengusung. Kami mengimbau kepada seluruh jajaran struktur menjaga kondusifitas. Kita tetap pakai jalur konstitusional supaya tak terjadi hal yang tak diinginkan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda, mengaku pihaknya sampai sekarang belum menerima laporan resmi dugaan pelanggaran dari pihak mana pun.

Namun demikian, pihaknya masih menindaklanjuti 14 jenis pelanggaran.

"Kalau laporan, kami belum menerima laporan. Tapi kami sedang menindaklanjuti sebanyak 14 dugaan pelanggaran. Kalau ada tidak sesuainya hasil hitung suara, itu kan sebetulnya bisa dan sudah diselesaikan di tingkat kecamatan melalui hasil pleno kecamatan. Itu kan semua saksi paslon hadir semua saat pleno ditetapkan di tiap kecamatan, sudah selesai di sana," tambah Dodi.

Terkait tudingan salah satu tim paslon bahwa Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya menemukan dugaan pelanggaran di seluruh TPS dan hasilnya tak diumumkan, Dodi menyatakan bahwa dugaan itu tidak benar.

"Tidak itu, semuanya diumumkan di tiap TPS. Nggak ada kami menemukan pelanggaran itu," tegas Dodi.

Baca juga: Pilkada Tasikmalaya, Paslon Unggul Versi Quick Count LSI Denny JA Beda dengan Real Count KPU

Laporan dugaan kecurangan

Sebelumnya, tim pemenangan pasangan calon nomor 4 Iwan-Iip, Oleh Soleh mengklaim pihaknya mendapatkan bukti adanya perbedaan perolehan suara paslon nomor urut 4 yang ada di lapangan dengan data yang dimasukkan ke quick count KPU Kabupaten Tasikmalaya dan real count KPU di situs resminya.

Oleh menjelaskan, perbedaan tersebut terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Misalnya, kata Oleh, di Kecamatan Sodonghilir, paslon Iwan-Iip mestinya mendapat suara 12.219. Namun yang dilaporkan 12.187. Ada selisih 32 suara yang disebutnya tak dilaporkan.

Selanjutnya, di Kecamatan Sukaresik, paslon Iwan-Iip seharusnya memperoleh suara 9.757. Namun yang dilaporkan hanya 8.585.

"Ada yang hilang suara 1.172," kata Oleh sekaligus Wakil Ketua DPRD Jawa Barat kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu (12/12/2020).

Oleh juga menyoroti perolehan suara paslon yang didukungnya di Kecamatan Kadipaten. Sebelumnya, yang dilaporkan sebanyak 7.616 suara. Namun setelah diperiksa ulang oleh timnya di lapangan, Oleh mendapat ada selisih yang tidak dimasukkan, yakni 261 suara.

"Semestinya di Kadipaten, paslon nomor 4 meraih 7.877 suara," kata politisi PKB ini.

Begitu pula perolehan suara pasangan Iwan-Iip di Pagerageung. Oleh menyebut ada selisih 3.110 yang tidak dilaporkan. Semestinya, pasangan nomor 4 meraih suara 12.957. Namun yang dilaporkan 9.847 suara.

Ketika ditanya cara penelusuruannya, Oleh menyebut timnya meneliti laporan rekap kecamatan C 1 saksi dengan hasil rekap pleno PPK.

Baca juga: Real Count KPU Pilkada Kabupaten Tasikmalaya Data 45,19 Persen: Ade-Cecep Unggul 33,3 Persen

Selain itu, Oleh mengaku pihaknya menemukan kotak suara di Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, tak tersegel dengan rapi. Kunci kotak suara berupa tali plastik bisa dibuka tanpa merusak segel.

Oleh karena itu, Oleh meminta KPU untuk transparan mengenai perolehan suara di Pilkada Tasikmalaya 2020.

"KPU tidak transparan. Sementara KPU memenangkan nomor 2 (Ade-Cecep), tapi fakta pleno banyak perubahan," tegas Oleh.

Seperti diketahui, setelah data masuk 100 persen, hasil quick count LSI Denny JA untuk Pilkada Tasikmalaya, pasangan nomor urut 1 Azies Rismayadi Mahfud-Haris Sanjaya meraih 23,14 persen.

Lalu pasangan nomor urut 2 Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin mendapat 31,29 persen.

Sementara pasangan nomor urut 3 Cep Zamzam Dzulfikar Nur-Padil Karsoma meraih 11,58 persen. Sedangkan pasangan nomor 4 Iwan Saputra-Iip Miftahul Paoz memperoleh suara 33,99 persen. Pasangan Iwan-Iip unggul berdasarkan hasil akhir quick count LSI Denny JA.

Baca juga: Quick Count LSI Denny JA Data 99,00 Persen Pilkada Kabupaten Tasikmalaya: Iwan-Iip Unggul

Sementara berdasarkan real count KPU per Sabtu (12/12/2020) pukul 07.15 WIB dengan data masuk 44,97 persen, pasangan nomor urut 1 Azies Rismayadi Mahfud-Haris Sanjaya meraih 23,7 persen. Lalu pasangan nomor urut 2 Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin mendapat 33,3 persen.

Lalu pasangan nomor urut 3 Cep Zamzam Dzulfikar Nur-Padil Karsoma meraih 11,4 persen. Sedangkan pasangan nomor 4 Iwan Saputra-Iip Miftahul Paoz memperoleh suara 31,6 persen. Pasangan Ade-Cecep sementara unggul.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X