Paslon Iwan Saputra - Iip Menduga Ada Kejanggalan Hasil Real Count KPU di Pilkada Tasikmalaya

Kompas.com - 11/12/2020, 15:56 WIB
Tim pemenangan Pasangan Calon Iwan Saputra-Iip Miftahul Paos, menggelar konferensi Pers terkait hasil real qount KPU yang berbeda dengan hasil quic count lembaga survei, Kamis (10/12/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHATim pemenangan Pasangan Calon Iwan Saputra-Iip Miftahul Paos, menggelar konferensi Pers terkait hasil real qount KPU yang berbeda dengan hasil quic count lembaga survei, Kamis (10/12/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pasangan calon bupati dan wakil bupati Tasikmalaya nomor urut 04 Iwan Saputra - Iip Miftahul Paos mempertanyakan hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya.

Pasangan tersebut menilai banyak kejanggalan terkait real count tersebut.

Apalagi, sesuai hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang sudah dirilis, pasangan ini dinyatakan unggul.

Baca juga: Pilkada Tasikmalaya, Paslon Unggul Versi Quick Count LSI Denny JA Beda dengan Real Count KPU

Namun, hasil real count  KPU Kabupaten Tasikmalaya yang sudah selesai justru menyatakan bahwa keunggulan berada di tangan pasangan calon petahana nomor urut 02 Ade Sugianto - Cecep Nurul Yakin.

Pasangan petahana itu unggul tipis dari Iwan Saputra - Iip.

"Kami menuntut kejelasan rekapitulasi KPU yang banyak kejanggalan. KPU Kabupaten Tasikmalaya menggelar real count sendiri tanpa berintegrasi dengan KPU Pusat," ujar Ketua Tim Pemenangan Iwan - Iip, Ami Fahmi, kepada wartawan, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Real Count KPU Pilkada Kabupaten Tasikmalaya Data 31,79 Persen: Ade-Cecep Unggul Tipis

Ami mengatakan, data di KPU RI masih di bawah 50 persen. Ia mempertanyakan, mengapa KPU Kabupaten tidak terintegrasi dengan KPU di tingkat pusat.

"Proses rekapitulasi suara yang ditayangkan KPU diberhentikan dengan alasan protokol kesehatan. Ini menjadi pertanyaan besar, kenapa rekapitulasi suara harus dihentikan. Ini yang seharusnya dibubarkan itu massanya, bukan proses rekapitulasinya," kata Ami.

Ami menambahkan, pemberhentian tayangan real count saat itu justru saat data masuk sudah 72 persen.

Pada saat itu terjadi kejar mengejar angka antara paslon nomor 02 dan 04.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X