Pelanggar Prokes di Solo Disanksi Bersihkan Sungai dan Parit Benteng Vastenburg Seharian

Kompas.com - 07/12/2020, 17:03 WIB
Bentang Vastenburg Solo, Jawa Tengah akan dijadikan rumah karantina bagi pemudik yang nekat pulang pada libur panjang akhir tahun 2020. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIBentang Vastenburg Solo, Jawa Tengah akan dijadikan rumah karantina bagi pemudik yang nekat pulang pada libur panjang akhir tahun 2020.

SOLO, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, akan menerapkan sanksi baru bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19 dengan membersihkan sungai dan parit di Benteng Vastenburg.

Rencananya, sanksi ini mulai diberlakukan pada 10 Desember 2020.

"Sanksinya membersihkan sungai dan parit di Benteng Vastenburg selama satu hari diberi makan," kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Senin (7/12/2020).

Baca juga: Bawaslu Jateng Keluarkan 245 Peringatan Pelanggar Prokes Selama Kampanye

Rudy menilai, sanksi membersihkan sungai dan parit di bangunan peninggalan Belanda selama sehari bertujuan memberikan efek jera kepada para pelanggar protokol kesehatan.

Pasalnya, sanksi membersihkan sungai selama 15 menit yang sebelumnya diterapkan bagi pelanggar protokol kesehatan masih belum efektif.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau sanksinya sehari mungkin mereka akan pikir-pikir untuk kembali melakukan pelanggaran protokol kesehatan," ungkap Rudy.

Adapun protokol kesehatan yang dimaksud, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak (3M).

Terpisah, Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan mengatakan, siap melaksanakan sanksi sesuai peraturan wali kota (Perwali).

"Kita siap melaksanakan sesuai pentunjuk (Perwali) di situ," kata dia.

Baca juga: Bawaslu Waspadai Money Politics dan Kampanye Terselubung di Masa Tenang Pilkada Solo 2020

Arif menerangkan sanksi yang diterapkan sekarang masih mengacu Perwali Nomor 24 Tahun 2020.

Sebelumnya, pelanggar prokes disanksi membersihkan sungai selama 15 menit bagi warga dalam kota dan 30 menit dari luar kota.

"Kita tidak bisa masuk ke sungai karena elevasi air sungai yang naik sehingga terlalu berbahaya. Kita kemarin cari di parit-parit yang airnya kurang," ungkap dia.

Arif berharap, dengan diterapkannya sanksi baru tersebut masyarakat dapat lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19

"Nampaknya masyarakat sekarang sudah menganggap sanksi itu (membersihkan sungai selama 15 menit) ringan. Makanya Pak Wali akan menerapkan kebijakan yang baru itu," kata Arif.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X