Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kompas.com - 02/12/2020, 23:34 WIB

TEGAL, KOMPAS.com - Kasus Covid-19 yang terus melonjak hingga mencapai 1.311 pada Rabu (2/12/2020) membuat Pemkot Tegal kembali mengambil sejumlah langkah strategis.

Pemkot Tegal kembali menerapkan kebijakan saat lokal lockdown seperti pemadaman lampu jalan protokol hingga penutupan tempat wisata dan karaoke.

Tak hanya tempat wisata dan karaoke, kafe hingga panti pijat juga tak diizinkan beroperasi.

Kebijakan itu diambil sebagai langkah antisipasi di tengah kasus Covid-19 yang belakangan terus meningkat.

"Pemadaman PJU dalam rangka penekanan penyebaran Covid-19," kata Kepala Bidang PJU Sudjatmiko mewakili Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Tegal Sugiyanto kepada Kompas.com, Rabu (2/12/2020).

Baca juga: Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Sudjatmiko mengungkapkan, lampu jalan protokol dan kawasan alun-alun yang kerap menjadi pusat keramaian setiap harinya hanya akan menyala dari pukul 00.00 hingga 05.30 WIB.

"Pemadaman tidak sampai jalan di perkampungan dan jalan pantura. Adapun sampai kapan, kami menunggu kebijakan lebih lanjut dari pimpinan," terangnya.

Sudjatmiko mengatakan, sejumlah kebijakan yang diambil Pemkot Tegal diharapkan dapat mengurangi aktivitas warga di luar rumah. Sehingga penularan Covid-19 bisa dicegah.

"Mohon maaf pelayanan PJU sedikit terganggu. Semoga masyarakat dapat memahami dan menyadari bahwa saat ini terjadi lonjakan Covid-19. Diharapkan dapat mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak perlu," imbuhnya.

Baca juga: Sidang Lanjutan Konser Dangdut Tegal, Jaksa Hadirkan 8 Saksi, 6 di Antaranya Polisi

Sementara itu, kasus Covid-19 yang menimpa warga Kota Tegal dalam website corona.tegalkota.go.id Rabu (2/12/2020) pukul 20.09 WIB mencapai 1.311 orang.

Rinciannya, 22 orang dirawat, 353 isolasi mandiri, 879 sembuh, dan 57 meninggal.

Seperti diketahui, Pemkot Tegal pernah menerapkan kebijakan memadamkan lampu dan menutup tempat keramaian hingga menutup akses keluar masuk kota dengan beton movable concrete barrier (MCB) sejak 30 Maret saat lokal lockdown hingga berlanjut ke PSBB dua tahap yang berakhir Mei 2020.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.