Video "Hancurkan Risma" Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Kompas.com - 29/11/2020, 21:56 WIB
Rangkaian bunga penuhi balai kota Surabaya, Minggu (29/11/2020) sore. KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALRangkaian bunga penuhi balai kota Surabaya, Minggu (29/11/2020) sore.

SURABAYA, KOMPAS.com - Balai Kota Surabaya dipenuhi karangan bunga Minggu (29/11/2020) sore.

Karangan bunga dari berbagai kelompok ibu-ibu itu berisi dukungan moral kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pasca-viralnya video "Hancurkan Risma".

Berdasarkan pantauan Kompas.com, karangan bunga itu berjejer rapi di salah satu sisi lapangan balai kota Surabaya di Jalan Sedap Malam seberang rumah dinas Wali Kota Surabaya.

Pengirimnya atas nama berbagai kelompok ibu-ibu dan kelompok masyarakat lainnya dari berbagai wilayah Surabaya, seperti Bunda Paud Rungkut, Bu Mantik Rungut, Relawan Kedung Baruk, hingga Emak-Emak Militan Wiyung.

Baca juga: Polemik Yel Hancurkan Risma, Pembelaan Putra Sulung dan Penjelasan Banteng Ketaton

Pesan-pesan dukungan juga tertulis di karangan bunga tersebut, seperti "Siap mendukung dan mengawal Bu Risma", "Bersama Bu Risma Wani Lawan Mafia dan Premanisme", hingga "Gerakan Suroboyo melawan mafia".

Lena Rini Melati, salah seorang relawan pendukung Risma asal Kecamatan Rungkut mengaku tergerak memberikan dukungan moral kepada Risma setelah mendengar ada kelompok yang akan menghancurkan Risma.

"Ini bentuk kecintaan kami kepada Bu Risma dari ancaman kelompok yang tidak ingin melihat Surabaya maju," katanya.

Di tempat lain, kelompok yang mengatasnamakan Ormas Bangun Marwa Perjuangan Indonesia (BMPI) Surabaya menggelar aksi solidaritas di Taman Mundu depan Gelora Tambaksari Surabaya.

Puluhan orang yang sebagian besar remaja perempuan dan ibu-ibu itu menggelar aksi damai dengan membawa poster dan berorasi. Mereka mengusung isu menolak aksi premanisme di Pilkada Surabaya.

Aksi premanisme dimaksud adalah beredarnya video sekelompok orang yang menyanyikan yel-yel "Hacurkan Risma".

"Kami hanya menuntut Pilkada yang damai, tidak ada intimidasi, tidak ada yang mendikriminasikan Bu Risma. Kamu BMPI Surabaya akan berdiri paling depan melawan mereka-mereka yang akan menghancurkan Bu Risma," kata Ketua BMPI Surabaya, Dewi Widawati Sugandi.

Video berdurasi 19 detik itu viral di grup aplikasi percakapan beberapa hari terakhir. Dalam video tersebut sekumpulan pendukung pasangan calon wali kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman menyanyikan lagu "Hancur hancur hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga".

Di belakang sekumpulan orang tersebut, nampak latar belakang spanduk besar bertuliskan “Silaturahmi Pendukung” bergambar Machfud-Mujiaman. Beberapa orang juga terlihat mengenakan atribut pasangan calon nomor urut 2.

Baca juga: Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video Hancurkan Risma Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Ketua Banteng Ketaton Surabaya Sri Mulyono Herlambang membenarkan di video tersebut adalah pasangan pendukung Paslon 2 Machfud Arifin - Mujiaman dari elemen Banteng Ketaton. "Direkam Rabu lalu di kawasan Jalan Kranggan Surabaya," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria yang Buat Status Facebook soal Tabrak Lari Flyover Manahan Minta Maaf

Pria yang Buat Status Facebook soal Tabrak Lari Flyover Manahan Minta Maaf

Regional
Anak Perempuan yang Tewas Terbungkus di Subang Mengenakan Baju Worms Zone

Anak Perempuan yang Tewas Terbungkus di Subang Mengenakan Baju Worms Zone

Regional
Ada ASN yang Positif Covid-19, Pemkab Bangkalan Tutup 11 Kantor OPD

Ada ASN yang Positif Covid-19, Pemkab Bangkalan Tutup 11 Kantor OPD

Regional
Hujan Es dan Puting Beliung Terjadi di Kabupaten Cianjur

Hujan Es dan Puting Beliung Terjadi di Kabupaten Cianjur

Regional
Iming-iming Paket Internet, Pria Ini Cabuli Anak Tetangganya yang Berusia 8 Tahun

Iming-iming Paket Internet, Pria Ini Cabuli Anak Tetangganya yang Berusia 8 Tahun

Regional
Pengungsi Korban Gempa Sulbar Mulai Berdatangan ke Makassar

Pengungsi Korban Gempa Sulbar Mulai Berdatangan ke Makassar

Regional
Kronologi Bus Jurusan Magetan-Jakarta Tabrak Warung, Pemilik Tertimpa Etalase

Kronologi Bus Jurusan Magetan-Jakarta Tabrak Warung, Pemilik Tertimpa Etalase

Regional
Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, 3 Warga Ditetapkan sebagai Tersangka

Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, 3 Warga Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Sebagian Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Sudah Pulang

Sebagian Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Sudah Pulang

Regional
4 Fakta Mobil Jokowi Terjang Banjir di Kalsel, Tinjau Jembatan Putus dan Sampaikan Duka Cita

4 Fakta Mobil Jokowi Terjang Banjir di Kalsel, Tinjau Jembatan Putus dan Sampaikan Duka Cita

Regional
Beredar Foto Bupati Pati Tak Pakai Masker Saat Kondangan, Ini Peringatan Ganjar

Beredar Foto Bupati Pati Tak Pakai Masker Saat Kondangan, Ini Peringatan Ganjar

Regional
Jika Warga Semarang Disiplin Prokes, Wali Kota Hendi akan Longgarkan PPKM

Jika Warga Semarang Disiplin Prokes, Wali Kota Hendi akan Longgarkan PPKM

Regional
Penerima Tamu Pesta Pernikahan Positif Covid-19, Satgas: Mungkin Telah Terjadi Klaster Hajatan

Penerima Tamu Pesta Pernikahan Positif Covid-19, Satgas: Mungkin Telah Terjadi Klaster Hajatan

Regional
Positif Covid-19, 8 Santri Ponpes Putri Colomadu Diisolasi di Asrama Haji Donohudan

Positif Covid-19, 8 Santri Ponpes Putri Colomadu Diisolasi di Asrama Haji Donohudan

Regional
2 Jasad Anak Ditemukan, Jumlah Korban Tewas Longsor Sumedang Bertambah

2 Jasad Anak Ditemukan, Jumlah Korban Tewas Longsor Sumedang Bertambah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X