Langgar Surat Edaran Wali Kota dan Tak Indahkan Peringatan Polisi, Pesta Pernikahan Dibubarkan Paksa

Kompas.com - 29/11/2020, 18:57 WIB
Ilustrasi pernikahan ShutterstockIlustrasi pernikahan
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Dua pesta pernikahan yang digelar warga di Batung Taba dan Gurun Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, pada Sabtu (28/11/2020) dibubarkan paksa polisi.

Sikap tegas yang dilakukan polisi tersebut karena pihak penyelenggara dianggap melanggar ketentuan yang berlaku.

Adapun ketentuan yang dilanggar meliputi surat edaran wali kota Padang tentang larangan penyelenggaraan pesta pernikahan yang mulai berlaku sejak 9 November 2020.

Selain itu, pihak penyelenggara juga mengabaikan larangan yang sudah disampaikan oleh pihak kepolisian.

Kapolsek Lubuk Begalung Andi P Lorena mengatakan, sebelum acara tersebut digelar sebenarnya sudah diberikan peringatan melalui Bhabinkamtibmas.

Baca juga: 2 Pesta Pernikahan di Padang Dibubarkan, Sudah Dilarang tapi Tetap Membandel

Sebab, setiap kegiatan yang berpotensi memicu kerumunan saat pandemi corona tidak diperkenankan untuk digelar.

"Pada hari Kamis (26/11/2020) kami sudah menyampaikan kepada penyelenggara untuk tidak mengadakan pesta. Hal ini sudah dipahami oleh penyelenggara. Namun, pada hari Sabtu ternyata mereka tetap mengadakan pesta. Jadi terpaksa kita bubarkan," ujar Andi ketika dihubungi, Minggu (29/11/2020).

Pihak penyelenggara, kata Andi, nekat menggelar pesta pernikahan tersebut dengan alasan sudah terlanjur mempersiapkan keperluan pesta. Baik tenda, musik, pelaminan, dan lainnya.

Namun, hal itu tetap tak bisa dibiarkan karena demi keselamatan bersama.

"Pihak penyelenggara sempat berdalih karena sudah membayar uang sewa tenda, pelaminan, dan musik. Namun, kami tetap meminta mereka untuk membubarkan karena kondisi saat ini yang pandemi. Tidak hanya di Padang yang dilarang berkerumun, bahkan di dunia melarang adanya kerumunan," paparnya.

Baca juga: Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi, Pelaku Diduga Kelompok MIT, 150 KK Diungsikan

Meski demikian, upaya pembubaran yang dilakukan anggota polisi saat itu tetap mengedepankan sikap humanis.

Para tamu yang sudah terlanjur datang tidak langsung diminta membubarkan diri, tapi mereka masih diberi kesempatan untuk menghabiskan hidangan yang diberikan.

"Untuk tamu yang sudah datang ini kami biarkan mereka makan terlebih dahulu, setelah itu baru kami minta atribut pesta dibuka. Kami tunggu sampai semuanya selesai, baru kami pergi," ujar Andi.

Penulis : Kontributor Padang, Rahmadhani | Editor : David Oliver Purba



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X