Melihat Balai Desa yang Mirip dengan Istana Merdeka, Ramai Dikunjungi Warga untuk Berfoto

Kompas.com - 25/11/2020, 17:09 WIB
Sebuah bangunan balai desa di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan Jawa Timur,yang menyerupai Istana Negara. Dok. EdwinSebuah bangunan balai desa di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan Jawa Timur,yang menyerupai Istana Negara.

PACITAN, KOMPAS.com – Balai Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menarik perhatian warga.

Bangunan balai desa itu serupa dengan Gedung Istana Merdeka di Jalan Merdeka Utara, Jakarta.

Balai desa itu berdiri di atas lahan seluas 30x50 meter. Bagian depan bangunan dibuat mirip dengan Istana Merdeka.

Di bagian depan, terlihat enam tiang beton berukuran besar dan tujuh belas anak tangga menuju teras balai desa.

Masih di bagian depan, terdapat lambang Garuda Pancasila di bagian atas bangunan yang dihiasi sejumlah bendera merah putih berukuran kecil.

Baca juga: Detik-detik Mobil Pikap Terguling ke Jurang, Penumpang Terjatuh, Sopir Melompat Keluar

Seluruh bangunan balai desa itu dicat putih. Teranyata, bangunan yang ikonik itu bukan bangunan baru.

Kepala Desa Dadapan Ismono mengatakan, bangunan desa itu direnovasi pada 2015. Renovasi itu menelan biaya sekitar Rp 200 juta.

Anggaran renovasi itu berasal dari alokasi dana desa dan swadaya masyarakat.

Menurutnya, ide renovasi mirip dengan Istana Merdeka itu dimulai dari pelebaran jalan di depan balai desa.

“Sebelum ada pelebaran jalan, itu gedungnya masih biasa. Setelah kena pelebaran jalan, jalan menuju ke balai desa jadi naik kayak tangga,” ujar Ismono, saat dihubungi lewat telepon, Rabu (25/11/2020).

 

Karena kondisi itu, pemerintah desa memiliki ide untuk merenovasi bangunan balai desa.

“Pikir saya, biar tidak kelihatan tinggi, tangga itu saya lebarkan sekitar 17 meter. Sehingga tidak kelihatan tinggi karena lebar,” sambungnya.

Tak hanya tangga, pembangunan juga menyentuh bagian depan balai desa yang akhirnya didesain serupa Istana Merdeka.

Baca juga: Istana Merdeka: Sejarah Tempat Kediaman Resmi Presiden

Dikunjungi banyak orang

Bangunan yang mirip dengan Istana Merdeka itu menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat. Balai Desa Dadapan dikunjungi banyak orang.

Sebagian besar di antara mereka datang layaknya wisatawan, mereka berswafoo dengan latar belakang bangunan itu.

Salah satu pengunjung Balai Desa Dadapan, Fendi mengatakan, tertarik datang karena penasaran dengan kemegahan Balai Desa Dadapan.

 

“Bisa jadi daya tarik tersendiri. Selain ada wisata Bukit Sentono Genthong, balai desa ini bisa untuk selfie, prewedding, dan ikon desa,” kata dia.

Menurut Fendi, bangunan balai desa nan megah itu memberi citra baru di Desa Dadapan.

Baca juga: Sujinah Menangis, Uang Rp 165 Juta yang Ditabung di KUD Tak Bisa Diambil

Sebenarnya, ini bukan balai desa pertama yang dibuat mirip dengan Istana Merdeka.

Bangunan serupa pernah viral di daerah lain, seperti di Desa Kemuningsari Kidul di Jember dan Desa Cempaka di Lampung Utara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X