"Peraturan Menteri Susi dan Edhy Prabowo Ini Sama Saja, Perekonomian Kami Turun"

Kompas.com - 25/11/2020, 16:03 WIB
Ilustrasi: Benih lobster Dok. Kementerian Kelautan dan PerikananIlustrasi: Benih lobster

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com -  Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) No 12/2020 terkait ekspor benih lobster yang disebut akan menguntungkan nelayan, nyatanya masih belum berdampak pada nelayan lobster di Lombok Tengah, NTB.

Kepala Dusun Awang Balaik Tiga, Desa Awang, Lombok Tengah, Mashuri yang juga seorang nelayan  mengatakan, Permen KP 56/2016 milik Susi dan Permen (KKP) No 12/2020 milik Menteri KP Edhy Prabowo sama saja karena belum dirasakan oleh masyarakat.

Adapun Permen KP 56/2016 saat zaman Susi, melarang penangkapan benih lobster untuk tujuan ekspor.

"Permen menteri Susi dan Edhy ini masih sama saja, kita sebenarnya masih fakum. Perekonomian kita menurun, tidak seperti sebelum diturunkan dua peraturan menteri ini," kata Mashuri saat dihubungi, Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Ini yang Membuat Iqbal Rela Menukarkan Avanza Miliknya dengan Bunga Keladi

Dusun Awang Balaik Tiga merupakan salah satu dusun dengan penghasil tangkapan lobster terbanyak di Lombok Tengah.

Jumlah nelayan lobster di dusun tersebut sekitar seratusan orang. Jika musim tangkap masing-masing nelayan rata-rata mendapatkan 150 hingga 200 ekor benih lobster ( benur).

Baca juga: Menteri KP Edhy Prabowo Ditangkap KPK Terkait Ekspor Benur, Berapa Gaji dan Tunjangannya?

 

Mashuri menyebutkan, bahwa sebelum permen ini diterbitkan, perekonomian di kampungnya meningkat hingga banyak orangtua menyekolahkan anaknya sampai pendidikan tinggi.

Walaupun sudah diterbitkan Permen No 12/2020 milik Edhy Prabowo yang membolehkan penangkapan benih lobster, tapi hal itu dirasanya masih belum berdampak besar pada masyarakat.

Peraturan yang mengatur ekspor dengan ketentuan kuota yang harus melalui karantina baik dari dinas kabupaten maupun provinsi dianggapnya tidak berjalan, sehingga banyak nelayan akhirnya melakukan penyelundupan.

"Sayangnya sekarang ini Pak Edhy tidak begitu memperhatikan kembali aturan-aturan itu, sehingga banyak yang masih melakukan ekspor gelap atau ilegal. Sama kayak menteri zaman Susi dulu," kata Mashuri.

Ia mengakui kondisi saat ini memang sedikit lebih baik dari pada zaman Susi, lantaran saat itu Susi melarang penangkapan, sedangkan sekarang Edhy mengizinkan penangkapan dan mengekspor

"Kelebihan Menteri Edhy tidak menangkap nelayan, sedangkan Menteri Susi melakukan penangkapan, karena tidak boleh satu pun lobster keluar dari Indonesia," kata Mashuri.

Sementara itu Kadis Perikanan Lombok Tengah Karim menyampaikan, dengan adanya Permen No 12/2020 sebenarnya semakin menguntungkan masyarakat karena dibolehkan melakukan penangkapan benih lobster.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X