Pilkada Medan, Polemik Kampanye di Masjid hingga Foto Calon yang Buram

Kompas.com - 25/11/2020, 14:36 WIB
Dua paslon wali kota dan wakil wali kota Medan yaitu Akhyar Nasution - Salman Alfarisi (AMAN) dan Bobby Nasution - Aulia usai debat putaran pertama, Rabu (25/11/2020) KOMPAS.com/ MEI LEANDHADua paslon wali kota dan wakil wali kota Medan yaitu Akhyar Nasution - Salman Alfarisi (AMAN) dan Bobby Nasution - Aulia usai debat putaran pertama, Rabu (25/11/2020)

"Silakan saja, tak ada masalah. Misalnya kepling yang diperiksa Bawaslu, itu inisiatif mereka, bukan pengaduan dari kita. Kita fokus membenahi sistem kampanye kita mendekati masyarakat, kita tidak peduli dengan kelompok nomor dua," tegasnya. 

Soal kans politik, dia bilang tidak hanya sekadar menang, tapi menang telak. Harapannya bisa di atas delapan persen sehingga kondisinya akan lebih normal.

Kalau tipis-tipis menangnya akan berisiko karena harus mengantisipasi kecurangan, makanya pendekatan ke masyarakat dan gerakan-gerakan ke relawan gencar dilakukan.

Relawan bekerja berdasarkan inisiatif sendiri dan mandiri, serba pas-pasan, sementara yang dilawan adalah orang yang punya modal kuat.

"Kita bangga dengan masyarakat arus bawah yang entah siapa-siapa mereka, cetak baju sendiri, cetak rompi sendiri, gerakan sendiri. Cuma datang ke kantor minta flyer dan brosur, itu aja. Ini perlawanan rakyat, karena kita melawan kekuasaan, ya kita lihat ajalah nanti," pungkas Ahmady.

Bobby-Aulia intensifkan kunjungan ke masyarakat

Ikrimah Hamidi, juru bicara Bobby-Aulia, yang juga diwawancarai Kompas.com melalui sambungan telepon mengatakan, pihaknya menginsentifkan kunjung ke masyarakat untuk melihat dan mendengar langsung keluhan mereka.

Baca juga: Debat Pilkada Medan Putaran Kedua, Bobby-Aulia Sebut Rencana Sentralisasi Etnis untuk Pariwisata

 

Teknisnya adalah melalui berbagai kegiatan, baik yang digagas para relawan atau yang diciptakan sendiri oleh tim pemenangan seperti konsolidasi ke simpul-simpul dan tokoh masyarakat lintas elemen di Kota Medan.

"Kita nggak mungkin lagi menjangkau detail-detail wilayah yang ada di semua Kota Medan, walau masyarakat menginginkan calon itu bisa bertemu langsung, sulit kita cover. Jaring-jaring tokoh masyarakat inilah yang ingin kita maksimalkan keberadaannya," katanya.

Untuk mengantisipasi kecurangan yang mungkin terjadi. Ikrimah mengakui, berdasarkan laporan Bawaslu Kota Medan, pihaknya paling banyak melakukan pelanggaran, terutama terkait penempatan APK dan spanduk yang berlebihan dan tidak pada tempatnya.

Namun, kata Ikrimah, pelanggaran ini tidak sebanding dengan pelanggaran yang paling banyak dilakukan paslon nomor urut satu, yaitu aktivitas di rumah-rumah ibadah, khususnya masjid.

"Kecurangan yang menurut kami adalah yang dapat menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat Kota Medan, ini harus dihindari secara maksimal. Apa itu? Menggunakan rumah ibadah sebagai tempat berkampanye secara langsung," ucapnya.

Tidak ada gunanya membangun Kota Medan kalau masyarakatnya pecah akibat konflik bernuansa SARA, terutama agama akibat dari pilkada, merekatkannya kembali butuh waktu lama dan sulit.

Oleh karena itu, pihaknya meminta hal ini menjadi perhatian Bawaslu dan Panwaslu. Ia juga meminta masyarakat bekerja sama untuk melaporkan kalau ada paslon yang melakukan kampanye politik di rumah-rumah ibadah.

"Kami tidak ada melaporkan secara langsung ke Bawaslu atau Panwaslu, namun kami mendorong masyarakat untuk melakukan itu. Kebanyakan yang kami baca, dugaan pelanggaran di masjid," kata mantan anggota DPRD Sumut dari PKS ini.

Soal foto buram dan tudingan ada "permainan" dari KPU Kota Medan, Ikrimah menilai dugaan itu terlalu prematur tanpa kroscek terlebih dahulu.

Pada akhirnya, KPU memberikan klarifikasi bahwa foto paslon nomor satu terlihat jelek itu bukan unsur kesengajaan. Masing-masing Liaison Officer (LO) paslon di KPU Medan sudah mendaftarkan foto paslonnya masing-masing.

Menurut dia, foto yang didaftarkan paslon 01 sifatnya natural, apa adanya saja, tidak ada pencerahan dan sebagainya.

Berbeda dengan yang paslon nomor dua yang menyunting fotonya karena mengetahui ketika dicetak hasilnya akan tampak lebih bagus. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X