Kompas.com - 24/11/2020, 19:49 WIB
Ilustrasi siswa SMA ujian. KOMPAS.com/ALBERTUS ADITIlustrasi siswa SMA ujian.

GARUT, KOMPAS.com – Setelah pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan keleluasaan pada pemerintah daerah untuk mengijinkan sekolah tatap muka, sebanyak 15 sekolah jenjang SMA/SMK di Kabupaten Garut, mulai melakukan belajar tatap muka.

“Di Selatan (Garut Selatan), sudah ada yang buka , tapi tetap menggunakan protokol kesehatan, pembelajaran hanya empat jam dari jam 7 sampai jam 11,” jelas Asep Sudarsono, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat wilayah II saat dihubungi lewat telepon genggamnya, Selasa (24/11/2020) sore.

Selain membatasi jam pembelajaran, menurut Asep, pihaknya juga membatasi jumlah siswa yang bisa tatap muka di sekolah sebanyak 50 persen dari total jumlah siswa.

Baca juga: Kegiatan Sekolah Tatap Muka di Belitung Ditunda, Ini Penyebabnya

Prosedur tersebut, harus dilakukan sekolah yang telah diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka.

Asep menuturkan, di wilayah Garut selatan,ada 9 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 6 Sekolah Menengah Atas (SMA) yang telah diijinkan melakukan pembelajaran tatap muka.

Izin tersebut, didapat setelah dilakukan verifikasi bersama gugus tugas kecamatan dan di daerah tersebut tidak ada kasus Covid-19.

Meki telah mendapatkan ijin untuk melakukan pembelajaran tatap muka, menurut Asep pihaknya tetap akan melakukan pemeriksaan protokol kesehatan di sekolah mulai dari sarana prasarana, kurikulum dan pengajar. 

“Kalau kondisinya tidak memungkinkan, walaupun ada ijin (dari pemerintah), kita tetap mengutamakan kesehatan siswa, guru dan orangtua siswa,” katanya.

Baca juga: Jabar Diusulkan Diganti Jadi Provinsi Sunda, Ini Awal Mula Usulan dan Tanggapan Ridwan Kamil

Asep menambahkan, sekolah-sekolah yang telah diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka, memang semuanya berada di wilayah selatan Garut.

Sementara, untuk wilayah kota dan utara Garut, sampai saat ini belum ada yang diijinkan melakukan pembelajaran tatap muka.

“Wilayah kota belum ada, karena masih zona merah, jadi masih secara daring (pembelajaran). Tapi daring udah ada solusi pembelajaran dari TV,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X