Merapi Siaga, 246 Warga Desa Jrakah Boyolali Dievakuasi ke Pengungsian Sementara

Kompas.com - 20/11/2020, 22:29 WIB
Gunung Merapi terlihat dari Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (10/11/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIGunung Merapi terlihat dari Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (10/11/2020).

BOYOLALI, KOMPAS.com - Sebanyak 246 warga kelompok rentan Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dievakuasi ke tempat penampungan pengungsi sementara (TPPS) Balai Desa Jrakah, Jumat (20/11/2020).

Kepala Desa Jrakah, Tumar mengatakan, 246 warga kelompok rentan ini berasal dua dusun, yakni Sepi dan Kajor.

Dusun Sepi ada 121 jiwa. Rinciannya lansia ada 27 orang, balita 28 orang, difabel empat orang, dewasa 39 orang, anak-anak 28 orang, dan ibu menyusui ada lima orang.

Kemudian Dusun Kajor ada 125 jiwa. Rinciannya lansia ada 44 orang, balita ada 30, dewasa ada 27 orang, anak-anak 12 orang, ibu hamil tiga orang, dan ibu menyusui sembilan orang.

Baca juga: Pemilik Ternak Ikut Turun, Pengungsi Merapi di Sleman Bertambah Jadi 263 Orang

"Mereka dievakuasi ke TPPS Balai Desa Jrakah sejak Selasa (17/11/2020) malam," kata Tumar saat dihubungi, Jumat.

Sejak Gunung Merapi dinaikkan statusnya dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III), kata Tumar warga di kawasan rawan bencana (KRB) tersebut awalnya tidak mau dievakuasi relawan ke TPPS yang disediakan Pemerintah Desa Jrakah.

Namun, setelah mereka mendapatkan sosialisasi dari petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Giologi (BPPTKG) Yogyakarta akhirnya mau dievakuasi.

Mereka dievakuasi oleh sukarelawan dan tim siaga desa (TSD) Jrakah menuju lokasi jarak aman dari bahaya erupsi Gunung Merapi di TPPS Balai Desa Jrakah.

"Anak muda dan usia produktif sebagian masih bertahan di rumah. Mereka melakukan aktivitas biasa ke ladang dan cari pakan ternaknya," kata dia.

Baca juga: Petugas Salah Kirim Jenazah Pasien Covid-19, Ini Penjelasan RSUD Dr Moewardi Solo

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinungharjo mengatakan, warga kelompok rentan di kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi sudah dievakuasi ke TPPS.

Bambang mengatakan ada tiga TPPS yang disiapkan sebagai tempat pengungsian sementara warga kelompok rentan. Tiga TPPS itu antara lain, Desa Tlogolele, Desa Klakah dan Desa Jrakah.

"Jumlah warga kelompok rentan yang dievakuasi ke TPPS masih akan terus bertambah," kata dia.

Guna memudahkan evakuasi masyarakat di daerah rawan bencana Gunung Merapi ke desa yang aman, katanya Pemkab Boyolali membentuk konsep desa persaudaraan atau sister village.

"Sister village kalau di Indonesia desa persaudaraan. Atau antara desa yang rawan bencana erupsi Merapi atau KRB 3 dan KRB 2 dengan desa penyangga yang aman," kata Bambang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X