Belum Ada Perubahan Perilaku Satwa Setelah Status Merapi Siaga

Kompas.com - 20/11/2020, 11:09 WIB
Haryono dan Ngatiyah menanam bibit kol dan cabai di Desa Mangunsoko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (16/11/2020). Sejak status Gunung Merapi ditingkatkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III), Kamis (5/11/2020), sebanyak 1.831 jiwa yang tinggal di lereng Gunung Merapi mengungsi. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOHaryono dan Ngatiyah menanam bibit kol dan cabai di Desa Mangunsoko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (16/11/2020). Sejak status Gunung Merapi ditingkatkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III), Kamis (5/11/2020), sebanyak 1.831 jiwa yang tinggal di lereng Gunung Merapi mengungsi.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) memastikan belum ada laporan kera-kera turun ke kawasan permukiman.

Sampai saat ini, perilaku kera yang ada di hutan Gunung Merapi juga masih biasa.

Status Gunung Merapi saat ini ditetapkan Siaga (Level III). Meningkatnya aktivitas Gunung Merapi saat ini belum memengaruhi perilaku satwa, termasuk kera.

" Kera masih belum (turun) perilakunya masih biasa," ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Pujiati saat ditemui di Barak Pengungsian Glagaharjo, Kamis (19/11/2020).

Baca juga: Serangan Kera Liar Rusak Lahan Pertanian Warga di Kabupaten Semarang

Aktivitas Gunung Merapi saat ini belum sampai memengaruhi aktivitas kera-kera. Sampai saat ini kera yang ada di Hutan Gunung Merapi masih beraktivitas di habitatnya.

"Masih di habitatnya, di Kaliurang itu turun tapi kan biasa mereka di situ, karena di bawah itu kan ada warung. Perilakunya masih biasa, enggak ada yang luar biasa," tegasnya.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Pujiati saat menemui wartawan di Barak Pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Pujiati saat menemui wartawan di Barak Pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.

Menurutnya sampai dengan saat ini pihaknya juga belum ada laporan terkait kera di Hutan Gunung Merapi yang turun.

Namun memang satwa mempunyai naluri untuk menjauhi lokasi bahaya, termasuk saat terjadi erupsi Gunung Merapi.

"Sulit kami kalau mau mengevakuasi satwa ya, satwanya kan punya naluri untuk turun ya. Jadi tidak ada hal khusus yang kami lakukan untuk perlindungan satwa," kata Pujiati.

Baca juga: Jalak dan Rusa yang Jadi Tanda Alam Warga Lereng Merapi

Pujiati mengungkapkan, satwa yang di Hutan Gunung Merapi antara lain kera, kijang, kucing hutan, trenggiling hingga beberapa jenis burung termasuk elang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Napi Kendalikan Rumah Pabrik Sabu di Lombok Timur

Fakta Napi Kendalikan Rumah Pabrik Sabu di Lombok Timur

Regional
BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X