Kompas.com - 17/11/2020, 13:25 WIB
Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsika tengah mengembangkan program mina padi di Dusun Babakan Tamiang, Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. KOMPAS.COM/FARIDAMahasiswa Fakultas Pertanian Unsika tengah mengembangkan program mina padi di Dusun Babakan Tamiang, Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang.

KARAWANG, KOMPAS.com - Sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang (Faperta Unsika) memanen ikan nila hasil kegiatan mina padi di Dusun Babakan Tamiang, Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang.

Mina padi dapat membantu penyediaan bahan pangan saat pandemi Covid-19.

Mina padi diterapkan di sawah seluas 1.200 meter persegi. Dalam sawah milik anggota Kelompok Tani Air Mancur tersebut dibuat kolam selebar lima meter dan panjang 28 meter, serta saluran mengelilingi sawah selebar satu meter.

Ikan nila dipilih lantaran tahan genangan dan digemari banyak orang.

"Kita panen sekitar 750 ekor dari 1.000 benih yang kita tanam. Umurnya sekitar dua bulan," ujar Winda Rianti, Dosen Pembimbing Lapangan Fakultas Pertanian Unsika, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: Cara Bedakan Madu Asli dengan yang Palsu Menurut Petani Banten

Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsika tengah memanen ikan nila hasil program mina padi di Dusun Babakan Tamiang, Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang.KOMPAS.COM/FARIDA Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsika tengah memanen ikan nila hasil program mina padi di Dusun Babakan Tamiang, Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang.
Dengan mina padi, kata Winda, petani dapat memperoleh pendapatan lain selain padi. Apalagi di tengah pandemi, mina padi dapat membantu penyediaan bahan pangan bagi petani di masa pandemi Covid-19.

"Meski sedikit dibuat kolam, panen padi tidak berkurang signifikan, justru tambah penghasilan ikan," ujarnya.

Winda pun bersyukur respons petani sangat antusias medukung program itu. Pun dukungan dari Kepala Desa Lemahmulya yang juga seorang petani.

Winda menyebut program tersebut rencananya bakal dilanjutkan pada sawah dari kelompok tani lain di Desa Lemahmulya.

 

Mina padi merupakan bagian dari Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). Selain mina padi ada biogas dari kotoran hewan dan komposting dari jerami.

"Konsep kami zero wave. Semua bisa dimanfaatkan mulai dari jerami hingga kotoran hewan," ucapnya.

Baca juga: Bank Sampah Online ala Bumdes Sugih Mukti, Buang Sampah Diganjar Rupiah

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Faperta Unsika Darso Sugiono mengungkapkan, pada program tersebut mahasiswa mempratikkan ilmu yang mereka dapat di bangku kuliah.

Mahasiswa juga belajar membangun komunikasi, jejaring dan kerjasama dengan lembaga, dinas terkait dan masyarakat, terutama petani.

"Harapan kita keilmuan mahasiswa terintegrasi keilmuannya, mulai hulu ke hilir. Yang paling penting aplikasi keilmuan," ujar Darso.

Darso pun berharap pemanfaatan program terpadu tersebut terus berlanjut. Karenanya pihaknya tengah mencari pendanaan, mulai dari Corporate Social Responsibility (CSR) maupun dari lembaga terkait.

"Kami ingin pemanfaatan kotoran hewan menjadi biogas hingga mina padi bukan sebatas program, melainkan terus berlanjut," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X