Pembersihan Candi Gedongsongo, Ritual Bersih Diri di Tengah Wabah

Kompas.com - 11/11/2020, 16:30 WIB
Aneka tarian menjadi penanda dimulainya Festival Gedongsongo. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAAneka tarian menjadi penanda dimulainya Festival Gedongsongo.

UNGARAN, KOMPAS.com - Aneka tarian dan resik-resik Candi Gedongsongo menjadi ritual pembukaan Festival Gedongsongo 2020.

Pembersihan candi ini bermakna sarana intropeksi dan harapan agar pandemi Covid-19 segera berlalu.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih mengatakan ada yang berbeda dari pembersihan candi tahun ini.

Baca juga: Mengenal Ritual Lemiwa Suku Dayak Kenyah yang Dipercayai Mengusir Virus Corona

Air yang digunakan berasal daerah Bandungan, Jambu, dan Sumowono, yakni mata air Tedheng, Sumber Bening, dan Pethuk.

"Kita selalu berharap dengan adanya candi ini bisa membawa keberkahan bagi masyarakat sekitar dengan peningkatan wisatawan. Selain itu juga Introspeksi terhadap diri, bercermin terhadap yang sudah dilakukan selama ini," jelasnya, Rabu (11/11/2020).

Pembersihan Candi Gedongsongo dilakukan di kompleks candi 1. 

Sebelum dibersihkan, air tersebut didoakan juru kunci kemudian disiramkan di bangunan sisi luar candi.

Dewi mengungkapkan Festival Gedongsongo secara virtual itu diselenggarakan untuk mempromosikan pariwisata di Kabupaten Semarang.

"Gedongsongo ini salah satu unggulan Kabupaten Semarang dan sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Meski ada revisi target kunjungan wisatawan, semoga ini menjadi momentum kebangkitan, karena penurunannya mencapai 58 persen," paparnya.

Baca juga: Ritual Kuda Lumping Mandi dan Pengingat Bersih Diri di Tengah Pandemi

Sementara Bupati Semarang Mundjirin menyampaikan selain wisata, Festival Gedongsongo juga menjadi ajang promosi 75 usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Semarang.

"Ini kan seperti gas dan rem, antara faktor kesehatan dan ekonomi harus seimbang. Karena wisata ini terpuruk akibat pandemi," ungkapnya.

"Pelaku wisata dan UMKM tidak ada pemasukan, PAD juga terpengaruh. Sekarang saatnya wisata bangun lagi dengan menjaga protokol kesehatan. Kalau wisata baik, ekonomi juga baik karena kemarin pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7, sekarang semoga turun tidak jauh dari itu," kata Mundjirin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X