1 Bandar Narkoba Ditembak Mati, Pengendalinya Tewas Muntah Darah di Penjara

Kompas.com - 09/11/2020, 18:49 WIB
Tangkapan layar video detik-detik Tim Harimau Kampar Ditresnarkoba Polda Riau menangkap dua orang bandar narkoba di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (9/11/2020) dini hari. Salah satu bandar narkoba bernama Hendra tewas ditembak polisi. KOMPAS.COM/IDONTangkapan layar video detik-detik Tim Harimau Kampar Ditresnarkoba Polda Riau menangkap dua orang bandar narkoba di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (9/11/2020) dini hari. Salah satu bandar narkoba bernama Hendra tewas ditembak polisi.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Tim Harimau Kampar dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menangkap dua orang bandar narkoba di Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (9/11/2020), dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Salah satu bandar narkoba bernama Hendra tewas ditembak karena melawan petugas. Satu tersangka lagi bernama Symasul Bahri masih hidup.

Selain itu, petugas juga menangkap satu tersangka lainnya bernama Simson Siahaan Effendi di Kabupaten Pelalawan.

Pria ini berperan sebagai pengawal saat Hendra dan Syamsul menuju Kota Pekanbaru. Ia juga mengaku sebagai anggota polisi saat petugas menangkapnya.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menyatakan, peredaran narkotika ini dikendalikan oleh seorang narapidana di Lapas Kelas IIA Pekanbaru.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka yang kita tangkap, mereka mengaku dikendalikan oleh narapidana yang berada di Lapas Pekanbaru bernama Syaharudin Effendi alias Pak Cik Itan," kata Agung dalam konferensi pers kepada wartawan, Senin sore.

Baca juga: Tabrak Mobil Polisi, Bandar Narkoba di Riau Tewas Ditembak

Namun, Agung menyebut Pak Cik Itan  meninggal dunia sebelum dijemput oleh Tim Harimau Kampar.

"Tadi malam saya ditelepon oleh Kalapas Pekanbaru menyampaikan bahwa Syaharudin Effendi telah meninggal dunia karena sakit muntah darah. Jadi dua bandar narkoba yang meninggal. Satu tewas akibat mengalami luka tembak dan satu lagi meninggal karena sakit," kata Agung.

Dia mengatakan, Syaharudin Effendi ini bekerja sama dengan Hendra dan Syamsul Bahri untuk menjual sabu 20 kilogram ke wilayah Pekanbaru.

Mereka diketahui sudah dua kali mencoba membawa sabu ke ibu kota Provinsi Riau, namun gagal. Karena, waktu itu mereka masih belum yakin dan takut tertangkap polisi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X