Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kronologi Bentrok 2 Kelompok Ormas di Sukabumi, Berawal dari Kesalahpahaman

Kompas.com - 02/11/2020, 09:46 WIB
Setyo Puji

Editor

KOMPAS.com - Bentrok antar dua kelompok organisasi masyarakat (ormas) di Jalan Lingkar Selatan (Lingsel), Kecamatan Baros, Sukabumi, Jawa Barat, tak terhindarkan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (1/11/2020) sekitar pukul 16.00 WIB.

Dari keterangan polisi, bentrok tersebut berawal dari adanya kesalahpahaman antar anggota ormas yang berujung dengan insiden pemukulan di depan salah satu minimarket.

"Pemukulan terjadi di depan salah satu minimarket sekitar pukul 14.00 WIB, diduga ada kesalahpahaman," jelas Kepala Polres Sukabumi Kota AKBP Sumarni kepada wartawan di RSUD R Syamsudin, Minggu malam.

Karena merasa tidak terima, kedua ormas itu akhirnya mengerahkan anggotanya masing-masing.

Baca juga: 2 Kelompok Ormas Bentrok di Sukabumi, 4 Orang Terluka

Lakukan penyekatan

Menyikapi adanya bentrokan tersebut, Sumarni mengaku sudah melakukan upaya persuasif kepada kelompok ormas yang bertikai, termasuk melakukan penyekatan di wilayah perbatasan.

Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya potensi bentrok susulan dengan skala yang lebih besar.

"Kami meminta masing-masing kelompok untuk menurunkan tensinya, saling menjaga, saling bermusyawarah jangan sampai masalah ini semakin besar," ujar Sumarni.

Pihaknya juga memastikan akan mengusut tuntas kasus yang memicu kerusuhan tersebut.

Mereka yang terbukti melakukan tindakan pelanggaran hukum akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Demi Membela Diri dan Melindungi Aset Negara, 2 Satpam Ini Malah Divonis Penjara

4 orang luka

Lebih lanjut dikatakan Sumarni, kondisi pasca-bentrok saat ini dinilai sudah berangsur kondusif.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak inginkan terjadi, pihaknya juga mengaku telah meminta bantuan kepada polres terdekat.

Termasuk menyiagakan sejumlah personel di lokasi kejadian.

"Kami juga sudah meminta bantuan Brimob," terangnya.

Sementara akibat bentrok itu, diketahui menyebabkan empat orang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Penulis : Kontributor Sukabumi, Budiyanto | Editor : Dony Aprian

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com