Kompas.com - 27/10/2020, 05:24 WIB
Anya Almira, wanita asal Surabaya, Jawa Timur, menggeluti bisnis perhiasan yang tidak biasa. Bukan sembarang perhiasan yang dia buat, melainkan perhiasan dari ASI alias air susu ibu. Tangkapan layar KompasTVAnya Almira, wanita asal Surabaya, Jawa Timur, menggeluti bisnis perhiasan yang tidak biasa. Bukan sembarang perhiasan yang dia buat, melainkan perhiasan dari ASI alias air susu ibu.

KOMPAS.com - Anya Almira, wanita asal Surabaya, Jawa Timur, menggeluti bisnis perhiasan yang tidak biasa.

Bukan sembarang perhiasan yang dia buat, melainkan perhiasan dari ASI alias air susu ibu.

Ide ini dia dapatkan dari banyaknya stok ASI saat melahirkan anak pertama.

Beberapa di antaranya bahkan sempat basi dan terpaksa dibuang.

Baca juga: Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

 

Berangkat dari hal tersebut Anya akhirnya mulai mencoba berkreasi membuat perhiasan dari ASI.

Anya mengatakan, untuk menghasilkan perhiasan yang cantik tak memerlukan banyak ASI. Hanya beberapa mililiter saja perhiasan sudah bisa tercipta.

Baca juga: 4 Tahun Kasus Mandek, Siswi Korban Pemerkosaan Gugat Kapolri dan Kapolres Dibantu 13 Advokat

 

ASI yang kental biasanya menghasilkan perhiasan yang lebih kuat.

Cara membuatnya, ASI yang kental dikeringkan hingga menjadi bubuk.

Cincin yang terbuat dari ASI atau air susu ibu.Tangkapan layar KompasTV Cincin yang terbuat dari ASI atau air susu ibu.

Kemudian diberi cairan kimia sebagai pengikat bubuk ASI. Setelahnya aduk perlahan hingga seluruhnya tercampur, dan tuangkan ke cetakan sesuai bentuk yang diinginkan.

Meskipun caranya terlihat cukup mudah, tetapi proses memadatkan ASI bisa memakan waktu hingga empat hari.

"Kalau untuk pembekuan, 3-4 hari sudah selesai." ujar Anya dikutip dari Kompas TV, Senin (26/10/2020).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Kompas TV
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X